Breaking News:

Curhatan Warga Keciput ke Menparekraf: Bantu Promosikan Potensi Kami

Warga Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung berharap banyak kepada Menteri Pariwisata

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Fery Laskari
Diskominfo Babel
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno pada acara Sosialisasi Regional Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Indonesia Bangkit 2022, di Pantai Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung, Sabtu (25/2). 

BANGKAPOS.COM , BELITUNG -- Warga Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung berharap banyak kepada Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, untuk dapat mempromosikan wisata mereka secara luas di tingkat nasional dan internasional.

Tokoh pariwisata desa setempat, Firmansyah atau akrab disapa Ringgo mengungkapkan keunggulan wisata Desa Keciput, untuk memenuhi 7 kriteria penilaian, diantaranya pantai dengan pasir yang putih, batu-batuan granit dengan bentuk beragam, atraksi wisata seperti pelepasan tukik, termasuk seni budaya yang ditampilkan saat penyambutan Menteri Sandi pada acara Sosialisasi Regional Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Indonesia Bangkit 2022, di Pantai Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung, Sabtu (25/2/2022).

Selain itu Ringgo melanjutkan, homestay yang mereka miliki tak kalah hebat dibanding homestay lainnya, karena homestay garapan mereka pernah menjadi juara harapan 1 se-Indonesia. Ragam kuliner dari hasil laut seperti ikan, serta budaya kerukunan dan keakraban dengan makan bedulang (1 dulang untuk 4 orang), juga tak kalah. Begitu pula fashion dari kearifan lokal yang memberdayakan ibu-ibu PKK pun, menjadi andalan Desa Keciput.

Satu lagi potensi yang dimiliki Desa Keciput yakni madu kelulut. Madu Plago yang merupakan madu trigona dari lebah tran kelulut juga menjadi daya tarik sebagai salah satu sumber pendapatan warga sekitar. Namun, untuk memperkenalkan potensi ini, kata Ringgo membutuhkan promosi langsung dari Menteri Sandi.

"Untuk pemasaran madu cakupannya belum cukup luas dalam mempromosikan, dan kami harap Mas Menteri bisa membantu untuk ini. Sayang sekali, sebab hutan yang berpotensi menjadi penghasil madu sangat luas dan akses hutan cukup sulit. Semoga kami bisa dibantu promosi dan kendala kami untuk pengelolaannya," ujar Ringgo.

Menanggapi ini, Menteri Sandi sudah menugaskan tim kreatifnya untuk membuatkan media sosial, dan akan langsung "difollow" serta dibuatkan video promosi pertama olehnya. Tampak tim kreatif langsung bergerak untuk membantu pihak desa, karena kurangnya kecakapan mereka melakukan promosi secara digital.

Dirinya menegaskan pula jika pariwisata ini harus berkeadilan, bukan hanya untuk menengah ke atas tapi juga menengah ke bawah. Program-program Kemenparekraf dijelaskan Menteri Sandi memang harus tepat sasaran, tepat manfaat, tepat waktu, serta adil dalam mendistribusi sektor ini sebagai upaya membangkitkan ekonomi di Babel, dan Indonesia secara luas.

"Pak Ringgo, Bu Ocha (Kades Desa Keciput) juga bisa mendapat kesempatan memberikan tambaham penghasilan untuk masyarakat. Bukan hanya hotel-hotel besar yang perlu didatangkan pengunjungnya, tetapi juga desa-desa wisata yang akan menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi kita dan pembukaan lapangan kerja," ungkapnya

Pihak desa pun menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan Menteri Sandi berupa uang seharga 200 kilogram ikan untuk nelayan, yang nanti hasilnya akan diberikan untuk operasional budidaya tukik dari Kemenparekraf yang diserahkan kepada Suhardi, kelompok pengelola tukik.

"Terima kasih kepada mas menteri, semoga nanti usaha yang dikelola oleh kelompok penangkaran penyu ini bisa kami tingkatkan," ungkap Ringgo yang juga ditujukan pemerintah daerah khususnya kepada Gubernur Babel Erzaldi Rosman beserta jajaran, serta Bupati Belitung beserta jajaran yang turut mendampingi kunjungan Menteri Sandi ke Desa Keciput.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved