Breaking News:

Video lokal

48.436 Penerima Manfaat Bantuan Program Sembako 2022 di Babel, Dicairkan Tunai Senilai Rp600 Ribu

Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng PT Pos Indonesia untuk mencairkan bansos sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Tedja Pramana

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng PT Pos Indonesia untuk mencairkan bansos sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), kini bisa dicairkan tunai sebesar Rp600.000.

Awalnya, pemerintah melalui Kemensos mengharuskan para penerima bansos Sembako BPNT untuk mencairkan dana Rp200 ribu per bulan dengan bentuk bahan pangan.

Mekanismenya, para penerima harus mendatangi Bank penyalur untuk mengambil kartu ATM khusus, kemudian ATM tersebut hanya bisa digunakan untuk mengambil Sembako di e-Warong atau warung elektronik yang ditunjuk oleh Bank.

BPNT atau program bantuan sembako ini telah dicairkan sejak Rabu, 23 Februari 2022 lalu di Kantor Pos Indonesia cabang Pangkalpinang bersamaan dengan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Kemensos mencairkan bansos sembako BPNT Rp600.000 untuk bulan Januari hingga Maret 2022, yang dapat dicairkan di Kantor Pos Indonesia.

Kepala Kantor Pos Indonesia cabang Pangkalpinang Azmat Nuzul Pasa menyebut, untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) wilayah Bangka sebanyak 45.251 dan pulau Belitung 13.385 sehingga total untuk Bangka Belitung sementara total ada 48.636 KPM yang menjadi penerima bantuan program sembako 2022 secara tunai.

Kata Azmat, jumlah tersebut bisa saja ada tambahan hingga akhir penyaluran nanti sebab ad yang belum terdata dari pihak Kelurahan.

"Untuk saat ini data yang masuk baru 48.636 KPM nanti akan berkembang lagi data dan penerima selanjutnya hingga target penerimanya itu sampai 52 ribu sekian," sebut Azmat kepada Bangkapos.com, Senin (28/2/2022).

Kata Azmat, penyaluran akan ditargetkan rampung 100 persen hingga 5 Maret 2022 nanti.

Azamat menegaskan bansos sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bisa dicairkan tunai sebesar Rp600.000 ini berbeda dengan bantuan sosial tunai (BST) yang kemarin dicairkan untuk yang terdampak covid-19.

"BST diberikan kepada masyarakat yang terdampak covid-19 akibat pandemi, sehingga pemerintah memberikan bantuan itu. Kalau yang sekarang penyaluran bansos ini sebelumnya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang disalurkan melalui e-Warong nah saat ini penyaluran diberikan tunai langsung untuk tiga bulan," jelasnya.

Sebab bantuan kali ini diberikan secara tunai, Azmat meminta untuk para KPM dibelanjakan secara bijak dan bebas belanja dimana saja, bahkan diritel modern sekalipun.

"Karena menerima bantuan dalam bentuk tunai sehingga dibebaskan kepada KPM untuk berbelanja sembako dimana saja. Mohon dibelanjakan dengan bijak dan bebas dimana saja asal untuk sembako," tegasnya.

"Bebas belanja dimana saja termasuk ritel modern, pada prinsipnya adalah mencari harga yang termurah sehingga manfaatnya bisa lebih besar, belanjanya bisa lebih banyak," tuturnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved