Breaking News:

Mau Ikut-ikutan Bantu Rusia, Negara Ini Malah Dicibir Gara-gara Tak Punya Taring Serang Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin kepayahan menghantam Ukraina, yang secara militer di bawah Rusia

Editor: Alza Munzi
bbc
Kendaraan pengangkut rudal pertahanan udara Ukraina dihantam rudal Rusia 

BANGKAPOS.COM -- Invasi Rusia ke Ukraina belum berakhir sampai Selasa (28/2/2022).

Niat Rusia menghabisi Ukraina dalam waktu empat hari tak kesampaian.

Presiden Rusia Vladimir Putin kepayahan menghantam Ukraina, yang secara militer di bawah Rusia.

Diberitakan kyivindependent.com, Vladimir Putin akan menarik sekutu Belarusianya, diktator Aleksandr Lukashenko ke dalam perang Rusia- Ukraina.

Di tengah banyak spekulasi, berbagai sumber mengatakan keputusan telah dibuat.

Dikabarkan bahwa pesawat angkut Ilyushin Il-76 pertama kemungkinan besar akan lepas landas membawa pasukan terjun payung Belarusia.

Baca juga: Akhir Menyedihkan Pesawat Terbesar di Dunia AN-25 Mriya, Dibangun Uni Soviet, Dihancurkan Rusia

Tentara itu untuk dikerahkan melawan Ukraina pada 28 Februari pukul 5 pagi waktu setempat.

Tidak jelas apakah waktu setempat yang dirujuk oleh pesan tersebut adalah Belarusia atau Ukraina; 05:00 di Minsk adalah 04:00 di Kyiv.

Desas-desus mengenai keterlibatan resmi Belarusia dalam perang mulai beredar pada 27 Februari.

Baca juga: Ini Gaya Anak Irfan Hakim yang Mau Jadi Penyanyi Profesional, Rossa Sampai Komentari Begini

Hari keempat perang habis-habisan Rusia di Ukraina, menyusul laporan yang disampaikan kepada lingkaran diplomatik oleh wartawan oposisi Belarusia yang tidak disebutkan namanya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa pasukan Belarusia mungkin dikerahkan ke wilayah Kyiv atau Zhytomyr untuk membantu pasukan invasi Rusia. 

Baca juga: Sok Jagoan di Kandang Lawan, Tentara Rusia Malah Kelaparan dan Menyerah di Kharkiv, Ukraina

Laporan itu tidak dapat diverifikasi, tetapi ada indikasi lain dari aktivitas militer Belarusia. 

Kampanye media diluncurkan, terutama oleh media oposisi Belarusia, untuk memperingatkan keterlibatan Belarusia. 

Sebagai bagian dari upaya tersebut, mantan komandan tinggi udara Belarusia, Valeriy Sakhashik, dalam sebuah pidato video,

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved