Breaking News:

PPKM Diperpanjang, Dindik Pangkalpinang Pastikan PTM On The Track

Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah mulai dari jenjang Paud, TK,

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Fery Laskari

BANGKAPOS.COM , BANGKA  -- Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah mulai dari jenjang Paud, TK, SD dan SMP negeri maupun swasta di ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap sesuai koridor sebesar 50 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi mengungkapkan, kebijakan tersebut masih dipilih lantaran status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kota Pangkalpinang kembali diperpanjang hingga dua pekan kedepan atau 14 Maret 2022.

Aturan tersebut sebagaimana seperti yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 14 Tahun 2022 tentang PPKM. 

Eddy menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi PTM terbatas 50 persen dilakukan selama dua pekan terakhir pembelajaran masih berjalan dijalan yang benar. Dimana aturan PTM masih tetap sesuai koridor level PPKM, akan tetapi disesuaikan kondisi sekolah masing-masing.

Artinya satuan pendidikan tetap fleksibel untuk menentukan skenario pembelajaran dan didorong untuk melakukan tatap muka seluruhnya, namun masih dalam rasio yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Inmendagri maupun Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri.

Menurutnya, langkah seperti itu dinilai cukup efektif, sebab pihak sekolah sendiri yang mengendalikan kebijakan pembelajaran tatap muka. Meskipun pihaknya menyadari, bayang-bayang virus Covid-19 varian Omicron bisa saja menyebar di lingkungan sekolah.

Namun hal itu menurutnya dapat diantisipasi dengan menjaga protokol kesehatan yang maksimal dan tetap mengedepankan program vaksinasi bagi anak-anak usia 6-11 tahun di setiap satuan pendidikan.

Dia menambahkan, untuk saat ini capaian vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun dosis pertama di Pangkalpinang sendiri telah mencapai 96,02 persen atau sekitar 20.536 jiwa dari target total sebanyak 21.385 anak. Sedangkan dosis kedua baru tercapai 69,80 persen atau sekitar 14.928 anak.

Sehingga apabila vaksinasi anak telah 100 persen dilakukan bahkan lebih pembelajaran dapat berjalan efektif, dan dapat meminimalisir risiko dari Covid-19 bagi siswa.

Di samping vaksinasi, peran wali kelas dan orangtua juga sangat penting dalam memantau siswa setelah proses belajar di kelas selesai. Oleh karenanya semua pihak harus bekerjasama untuk memastikan anak selesai sekolah sudah berada di rumah. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved