Breaking News:

Video lokal

Sayuran Hidroponik Prakerin Siswa SMK Pertanian Ludes Terjual

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka melakukan panen sayuran hidroponik di Green House Kebun Hydroponik samping kantor, Selasa (01/03

Penulis: edwardi | Editor: Tedja Pramana

BANGKAPOS.COM - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka melakukan panen sayuran hidroponik di Green House Kebun Hydroponik samping kantor, Selasa (01/03/2022).

Jenis sayuran yang dipanen, yakni sayur Sawi Gran, Bayam Ricis, Sawi Sam Hong.

Semua sayuran hasil panen dibungkus dalam puluhan kantong plastik dan langsung habis terjual dengan harga Rp10.000 per kantong plastik. Sayuran hidroponik ini dibeli para pegawai di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka.

"Kita panen sayuran hidroponik kecil-kecilan dari hasil kerja praktik para siswa SMK Pertanian Kelapa yang sedang praktek kerja industri (prakerin) di sini," kata Cik Ona, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Selasa (01/03/2022).

Diungkapkannya, para siswa SMK Pertanian Kelapa yang sedang prakerin ini diajari cara budidaya sayuran hidroponik, mulai dari penyemaian bibit, penanaman, pemeliharaan hingga pemasaran hasil panen.

" Jadi kita ajarkan secara lengkap, kalau penyemaian bibit sayuran dilakukan di dalam ruangan atau di bawah meja kerja, setelah tumbuh berdaun dua lalu dipindahkan ke rumah bayang, setelah beradaptasi dengan cahaya matahari sekitar 1 minggu lalu dipindahkan ke media tanam dalam pot-pot kecil untuk dimasukkan dalam air media tanam hydroponik," jelas Cukup Ona.

Ditambahkannya, dibutuhkan waktu sekitar 6 minggu dari mulai tahap penyemaian hingga panen sayuran ini.

"Siswa SMK Pertanian Kelapa yang prakerin tahun ini hanya 3 orang, kalau tahun lalu lumayan banyak dan kita sudah ada MoU dengan SMK Pertanian Kelapa ini," ujarnya.

Selanjutnya hasil panen sayuran hidroponik ini dijual kepada para pegawai yang ada di sini, uang hasil panen yang terkumpul selanjutnya dijadikan modal kembali untuk menanam sayuran berikutnya.

" Jadi mereka bisa memulai kerja praktek lagi menanam sayuran lainnya dengan modal hasil jualan sayuran ini, tiga rumpun sayuran hidroponik ini dijual Rp10.000 dalam satu kantong plastik, dan semua sayuran ludes dibeli para pegawai di sini," imbuhnya.

Menurutnya, sayuran hidroponik ini memiliki keunggulan sebagai sayuran sehat karena selama pemeliharaan tidak menggunakan pestisida.

"Sayuran hidroponik ini bisa langsung dijus dengan buah nanas atau buah lainnya, dijadikan lalapan dan sangat baik untuk kesehatan tubuh, bahkan sayuran hidroponik ini memiliki ketahanan dan tidak mudah rusak atau layu, sayuran hidroponik ini tahan selama 4 hari dalam kantong plastik itu masih awet, tidak mudah rusak," ujarnya.

Sementara itu Junaidi, salah satu siswa SMK Pertanian Kelapa mengaku senang bisa melakukan praktek kerja industri di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka.

"Alhamdulillah senang pak, kita dapat banyak ilmu soal pertanian dan bisa praktek kerja langsung dari mulai penyemaian bibit, tata cara penanaman, pemeliharaan hingga penjualan hasil panen," katanya.

(Bangkapos.com/ Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved