Breaking News:

Tribunners

Komitmen Guru Memajukan Pendidikan Indonesia

Jika guru memiliki komitmen yang kuat, maka pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik

Editor: suhendri

Oleh: Tita Herdian, S.Pd. - Guru SMAN 2 Tanjungpandan, Belitung

SETELAH kemerdekaan Indonesia, para pengajar pendidikan mengadakan Kongres Guru Indonesia yang digelar di Surakarta, Jawa Tengah, pada 24-25 November 1945. Beragam organisasi dan kelompok guru dengan latar belakang berbeda bersatu demi NKRI. Dari kongres tersebut akhirnya berdiri Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI).

Sejak kongres itu, seluruh guru di Indonesia menyatakan dirinya bersatu dalam PGRI. Sebagai bentuk perhormatan Pemerintah Indonesia menetapkan hari lahir PGRI pada 25 November sebagai Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tahun.

Guru sebagai pengajar bertanggung jawab atas terlaksananya proses belajar mengajar mulai dari perencanaan pengajaran, pelaksanaan pengajaran, dan mengevaluasi pengajaran. Sebagai pendidik, guru harus mampu membawa perubahan tingkah laku maupun perubahan sikap mental anak didik. Sebagai pembimbing, tugas guru adalah menuntun anak didik dalam perkembangan dengan jalan memberi lingkungan dan arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

Sehubungan dengan hal ini, maka dapat dikatakan bahwa tercapainya tujuan pendidikan sekolah sangat dipengaruhi oleh pelaksanaan tugas guru. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peranan guru dalam dunia pendidikan.

Tugas guru begitu besar untuk mencapai tujuan pendidikan. Harus berjalan dengan kualitas yang baik. Jika guru memiliki komitmen yang kuat, maka pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik. Dalam menjalankan setiap tugas, selain itu, komitmen adalah prinsip yang harus dimiliki oleh seseorang yang berprofesi sebagai guru.

Komitmen adalah kesepakatan yang dicapai oleh satu orang dengan diri sendiri. Sebuah tugas yang penuh tanggung jawab, kepedulian dan kesetiaan, tinggi.

Jadi, di dalam komitmen tersebut terdapat beberapa unsur antara lain adanya kemampuan memahami diri dan tugasnya, kekuatan batin dan kekuatan dari luar, serta tanggap terhadap perubahan. Unsur-unsur inilah yang melahirkan tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban yang menjadi komitmen seseorang sehingga tugas tersebut dilakukan dengan baik dan penuh keikhlasan.

Komitmen guru diwujudkan dengan keterlibatan mereka di dalam pengajaran dan pembelajaran di sekolah. Guru pun memiliki komitmen organisasional, yaitu tingkatan di mana seseorang bekerja mengidentifikasikan diri dengan organisasi dan tujuan-tujuannya, dan berkeinginan untuk memelihara keanggotaannya dalam organisasi.

Sebagai pendidik, guru menuntun siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan termasuk dalam hal ikut memecahkan persoalan-persoalan atau kesulitan yang dihadapi anak didik seperti kesulitan dalam belajar dan siswa yang lambat dalam belajar. Guru juga bertanggung jawab dalam melakukan bimbingan dan pelatihan kepada siswa karena guru mengetahui keadaan pribadi masing-masing individu.

Guru telah mengenal siswanya, bukan saja mengetahui jenis minat dan kemampuan serta gaya dan cara belajarnya, tetapi juga mengetahui secara khusus sifat, bakat, minat dan kebutuhan pribadi serta aspirasi masing-masing anak didiknya.

Di samping itu, guru mendapatkan informasi yang jelas tentang pelaksanaan bimbingan siswa sehingga komitmen guru dalam membimbing di sekolah menjadi lebih baik. Dalam membimbing siswa, guru selalu mengembangkan kepribadian siswa sehingga dapat mendukung keberhasilan belajar siswa.

Guru selalu berkomitmen untuk menciptakan pengajaran yang berkualitas tinggi, mudah beradaptasi, dan berorientasi pada solusi. Oleh karena itu, bagaimanapun, guru yang unggul akan selalu merespons perubahan dan pengetahuan baru dan terkini, dan mengintegrasikan ide-ide baru tersebut ke dalam implementasi kurikulum sehingga pembelajaran akan selalu terjaga kualitasnya. (*)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved