Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Listrik di Bangka Sering Padam, GM PLN Bangka Belitung Sebut Ini Penyebabnya

Saat ini daya mampu listrik di pulau Bangka sebesar 191,5 Megawatt dengan beban puncak sebesar 190,2 Megawatt.

Penulis: Sela Agustika | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com / Fitriadi
General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Amris Adnan 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Beberapa minggu terakhir listrik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) khususnya pulau Bangka sering terjadi pemadaman secara bergilir. Hal ini dikeluhkan masyarakat di Bangka mengingat listrik menjadi kebutuhan utama.

Menanggapi hal ini GM PLN UIW Babel, Amris Adnan menjelaskan, pemadaman yang dilakukan ini karena kondisi ke listrikan di Pulau Bangka masih dalam proses pengerjaan Interkoneksi dengan Sumatera.

Dikatakan Amris, sebetulnya pihak PLN telah mempersiapkan sistem ke listrikan di Babel dengan baik di bulan Agustus 2021, namun mengingat pandemi Covid-19 saat ini proses pengerjaan interkoneksi antara Sumatera dengan Bangka ini terkendalan.

"Kami ikut prihatin terjadinya pemadanan listrik beberapa hari lalu karena pasokan batu bara di pembangkit PLTU PLN Air Anyir kemarin sempat terkendala dan sudah teratasi. Namun dengan kondisi covid-19 saat ini interkonsi yang ada belum selesai sehingga sistem ke listrikan di Bangka saat ini dioperasikan dengan cadangan tipis," jelas Amri saat live streaming bersama Bangkapos.com, Rabu (2/3/2022) malam.

"Oleh sebab itu, apabila ada yang mengalami gangguan, maka untuk mempertahan ke listrikan agar tidak black out harus memadankan listrik sebagian pelangan sehingga daya yang tersedia bisa melayani pelanggan lain," tambanya.

Ia mengungkapkan, saat ini daya mampu listrik di pulau Bangka sebesar 191,5 Megawatt dengan beban puncak sebesar 190,2 Megawatt.

Dimana apabila interkonesi sumatera Bangka sudah beroperasi, daya mampu listrik ini bertambah menjadi 371,5, atau dengan cadnagan 95,3 megawatt, sehingga memiliki sustabilitas listrik yang baik dan bisa mengatur pola operasi yang lebih optimal.

"Jadi saat ini kondisi Interkoneksi listrik Sumatera dan Bangka ini hampir selesai. Dan kita optimis selesai akhir maret dan kondisi listrik ini akan semakin baik dengan support dari Sumatera. Sehingga bulan puasa sistim ke listrikan di Bangka sudah bagus dengan cadangan cukup," kata Amri.

Ia menuturkan, pihaknya pun telah berupaya secara optimal dalam memberikan pelayanan, khususnya ke listrikan kepada masyarakat.

"Kami sadar listrik kebutuhan dasar, apabila padam maka bergejolak. Kami juga bersungguh-sungguh dan berupaya, seperti ada ganguan mesin 2021 lalu jalau dikerjakam secara biasa butuh waktu lebih lama dan ini kami lakukan upaya secepat mungkin dengan mendangakan mesin dari Riau agar listrik ini bisa cepat selesai," ucapnya.

Ia menginformasikan interkoneksi yang digunakan di Bangka menggunakan tiga kabel laut untuk menarik, dimana dua digunakan untuk dioperasikan dan satu sebagai cadangan apabila ada gangguan.

"Kita berharap kawan-kawan di sitem Sumatera bisa mengandakkan ke listrikan ini sebaik-baiknya sehingga bisa mensuport listri disini (Bangka-red)," tuturnya.

Sementara untuk di Belitung sendiri ia menyebut dengan beban puncak 49 megawatt dan cadangan 22,9 megawaat ini mempu untuk menampung listrik dengan baik.

"Kondisi di Belitung ini masih baik, apalagi pertumbuhan ke listrikan di Belitung tidak setinggi persentasi di Bangka, insyaAllah kondisi listrik di Belitung tetap aman dan tetap di monitor dengan reset margin yang ada," ujarnya.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved