Breaking News:

DPRD Babel Dorong Penanaman Ideologi Kebangsaan di Tingkat Pendidikan untuk Tangkal Radikalisme

Maka lebih lanjut, dia mengatakan, kegiatan pencegahan ini perlu dilekatkan di OPD Dinas Pendidikan, baik sosialisasi dan pembelajaran.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Amri Cahyadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung, Amri Cahyadi, melakukan audiensi dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di ruang kerjanya, Jumat (4/3/2022).

Amri mengatakan, dari hasil audiensi disampaikan bahwa berdasarkan hasil survei, Bangka Belitung rawan terpapar radikalisme.

"Potensi penguatan paham radikalisme tersebut lumayan besar, baik itu anak usia pendidikan dan sisi pendidik atau guru-guru, itu hasil survei mereka, itu tidak hanya satu kali survei, tapi sejak tahun 2015, 2016 hingga 2018," kata Amri usai audiensi.

Menyikapi kondisi ini, FKPT meminta dukungan pemerintah daerah membantu melaksanakan kegiatan dalam mencegah radikalisme di Bangka Belitung.

"Mereka juga menyampaikan surat edaran dari Mendagri tentang optimalisasi peran pemda untuk penanganggulangan terorisme, bahwa pemda diharapkan untuk memberikan fasilitas penganggaran program penanggulangan terorisme di daerah, Menurut laporan mereka, dibandingkan daerah lainya bahwa back up atau peran pembinaan pemprov terhadap FKPT sangat terbatas," jelasnya.

Politisi PPP ini mengaku akan mendukung FKPT serta mengacu pada SE Mendagri tersebut.

Amri menyarankan agar FKPT segera mengajukan usulan hibah organisasi yang berkaitan dengan operasional kegiatan yang akan digelar.

"Karena ini berkaitan dengan pencegahan memang rata-rata kegiatan sosialisasi, mengacu pada hasil survei itu mereka sudah punya titik-titik wilayah mana yang perlu dilakukan pencegahan terorime," kata Amri.

"Kami pun mengusulkan tidak hanya satu OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang menjadi mitra FKPT dan dikarenakan hasil survei bahwa banyak anak didik dan guru, yang dalam kutip masih meragukan ideologi pancasila," imbuhnya.

Maka lebih lanjut, dia mengatakan, kegiatan pencegahan ini perlu dilekatkan di OPD Dinas Pendidikan, baik sosialisasi dan pembelajaran.

"Ini penting karena kita dalam kondisi globalisasi, peran teknologi luar biasa masif sehingga penanaman ideologi kebangsaan dan ideologi Pancasila sebagai dasar negara itu penting. Kita tidak perlu lagi memperdebatkan bentuk negara kita karena NKRI sudah disepakati bersama, itu wadah kehidupan kita agar bisa damai dan tentram di Indonesia," jelasnya.

Untuk mendorong hal ini, legislatif menyarankan untuk menjalin kerja sama dengan organisasi masyarakat dan kepemudaan yang bisa bersandingan dengan program FKPT.

"Kami harap pemda juga melibatkan ormas keagamaan dan kepemudaan agar menyalurkan prinsip kehidupan yang jauh dari sikap radikal serta mempertanyakan kembali ideologi bangsa ini," kata Amri. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved