Berita Sungailiat
Truk Pengangkut Hasil Panen TBS Kelapa Sawit Mengeluh Sulit Dapat Solar Subsidi
Para sopir truk pengangkut hasil TBS kelapa sawit mengeluhkan sulit mendapatkan BBM subsidi jenis solar, karena sejumlah SPBU sudah dikuasai para peng
Penulis: edwardi |
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Para sopir truk pengangkut hasil tandan buah segar T(BS) kelapa sawit mengeluhkan sulit mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar, karena sejumlah SPBU diduga sudah dikuasai para pengerit yang menjadi pelanggan tetap SPBU.
Meskipun para sopir truk pengangkut hasil panen TBS kelapa sawit sudah memiliki kartu kendali BBM jenis solar subsidi dan sudah mengantri lama juga tidak berhasil mendapatkan BBM solar subsidi, sehingga terpaksa membeli dengan para pengerit dolar dengan harga tinggi.
Hal ini diungkapkan Jon, seorang sopir truk pengangkut hasil panen TBS kelapa sawit kepada Bangkapos.com, Jumat (4/3/2022) sore.
"Kita juga sudah punya kartu kendali BBM jenis solar subsidi, tetapi tetap susah untuk dapat jatah. Meski sudah antri juga kadang tidak dapat, kalau kita paksa ikut antri panjang juga terbuang waktu karena harus segera bekerja mengisi muatan kelapa sawit," katanya.
Dilanjutkannya, untuk mengatasi ini kadang terpaksa harus beli solar nonsubsidi atau dexlite dengan harga mahal.
Sementara itu Ketua Apkasindo Kabupaten Bangka, Jamaludin alias Tipek mengatakan DPD Apkasindo Kabupaten Bangka saat rapat kerja dengan Pengurus DPP APKASINDO dan DPW Apkasindo Babel agar di Kabupaten Bangka juga bisa dibangun SPBU khusus truk pengangkut hasil panen kelapa sawit rakyat.
"Kita ketahui saat ini kebun kelapa sawit rakyat di Kabupaten Bangka sangat luas dan banyak, apalagi jumlah Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PPKS) saat ini sudah ada 9 pabrik, jadi wajar saja truk pengangkut hasil panen kelapa sawit kesulitan dapat BBM subsidi karena daerah kita ini daerah penambangan jadi terjadi persaingan di sini," kata Jamaludin, Jumat (4/3/2022).
Lokasi yang cocok untuk pembangunan SPBU khusus truk pengangkut hasil panen kelapa sawit ini misalnya di Kecamatan Puding Besar, karena berada di pertengahan daerah kebun kelapa sawit rakyat yang banyak berada di Kecamatan Mendo Barat, Bakam, Puding Besar, Pemali dan Merawang.
" Kita minta DPP Apkasindo pusat, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) agar bisa mengabulkan usulan pembuatan SPBU khusus truk pengangkut hasil panen kelapa sawit rakyat," harap Jamaludin.
Menurutnya, dana pungutan ekspor CPO yang ada dikelola BPDPKS cukup banyak dan memungkinkan untuk membantu membangun SPBU khusus truk pengangkut hasil panen kelapa sawit rakyat ini.(Bangkapos.com/Edwardi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220304-truk-pengangkut-hasil-panen-tbs-kelapa-sawit-sedang-mengisi-tbs.jpg)