Breaking News:

Video Lokal

Video Tak Ada Anggaran, BBIL Pangkalpinang Dipastikan Mandek Selama 2 Tahun

Belum lagi turut diperparah dengan kondisi air yang pH-nya cukup rendah. Jika dipaksakan dapat berisiko ikan tidak bisa berkembang.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Sektor budi daya perikanan di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, dipastikan mandek atau berhenti beroperasi selama dua tahun ini.

Dengan begitu dipastikan pendapatan dari sektor tersebut dipastikan tidak mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Imbasnya saat ini, puluhan petak kolam di tempat itu terbengkalai.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Pangkalpinang, Jon Herly mengatakan, ada beberapa alasan yang membuat Balai Benih Ikan Lokal (BBIL) tidak beroperasi.

Ketiadaan anggaran membuat pihaknya belum bisa melakukan pembibitan ikan maupun udang.

Selain tak adanya anggaran, Jon Herly MENYEBUT, fasilitas kolam dan kualitas air di BBIL tersebut juga perlu diperbaiki. apabila musim kemarau air kolam banyak yang surut karena kebocoran.

Belum lagi turut diperparah dengan kondisi air yang pH-nya cukup rendah. Jika dipaksakan dapat berisiko ikan tidak bisa berkembang.

Disamping itu dia mengakui, target pendapatan daerah dari sektor itu pun terbilang rendah.

Hal itu tentunya akan berbanding terbalik dengan kebutuhan anggaran yang mencapai sekitar Rp16 miliar untuk perbaikan BBIL

Oleh karenanya, DKP tak pernah mempermasalahkan jika pemerintah daerah tidak mengalokasikan anggaran, akan tetapi lebih mementingkan peningkatan PAD dari sektor unggulan lain.

Karena ketiadaan program pembibitan, maka DKP hanya menargetkan setoran pendapatan Rp10 juta per tahun, yang berasal dari jasa sewa lapak di lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan pasar.

Walaupun demikian, DKP tetap beroperasi dengan dana operasional dinas sebesar Rp3 miliar per tahun.

Sumber dana lain yang potensial yakni dari anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dinas juga harus mempersiapkan biaya perjalanan dinas untuk beberapa kali pertemuan untuk pembinaan keluar Pangkalpinang. Namun perlu dilihat dahulu, mana program KKP yang bisa selaras untuk Kota Pangkalpinang.

Di sisi lain, pihaknya juga tetap memberikan pendampingan kepada masyarakat yang berusaha di bidang pembudidayaan ikan maupun udang di Pangkalpinang. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved