Breaking News:

Inilah Pesawat Tempur yang Mampu Muntahkan 79.200 Peluru Dalam 1 Menit Saat Rusia-Ukraina Damai

Setelah Uni Soviet runtuh pada 26 Desember 1991, lahir negara-negara di antaranya Rusia dan Ukraina.

Editor: Alza Munzi
Twitter Illia Ponomarenko
Foto ilustrasi. Sistem rudal Pantsir S1 milik militer Rusia hancur di Ukraina 

BANGKAPOS.COM -- Perang Rusia- Ukraina belum ada tanda-tanda berakhir.

Kondisi ini membuat khawatir masyarakat dunia, karena dampak yang ditimbulkan akibat perang.

Rusia memastikan invasi itu hanya menyerang pangkalan militer Ukraina.

Tetapi, faktanya perang pasti menimbulkan kerusakan dan korban jiwa rakyat sipil.

Soal perang Rusia- Ukraina, tak lepas dari sejarah Uni Soviet.

Setelah Uni Soviet runtuh pada 26 Desember 1991, lahir negara-negara di antaranya Rusia dan Ukraina.

Perang yang dimulai 24 Februari 2022 itu menyulut reaksi sejumlah negara.

Lalu, perlombaan kekuatan senjata dimulai.

Sejak dulu Uni Soviet memiliki persenjataan yang canggih.

Menjelang akhir Perang Dunia II, dua orang awak darat dari Uni Soviet melihat sebuah wadah yang baru dari senapan mesin ringan menembak cepat.

Lalu mereka menyusun rencana untuk memberikan daya tembak cepat ke bagian bawah pesawat pengebom.

Awalnya itu adalah pemikiran yang cerdas, tetapi pada akhirnya itu sangat cacat.

Ide ini kemudian dikenang sebagai "Landak Api".

Bahan utama landak api adalah model Pistolet Pulemjot Schpagina dari tahun 1941, juga dikenal sebagai PPSh-41.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved