Breaking News:

Tribunners

Belajar Sejarah Asyik Melalui Jelangkung

Pulau Belitung memiliki banyak sekali situs sejarah yang dapat dipelajari dan tersebar di berbagai kampung

Editor: suhendri
Belajar Sejarah Asyik Melalui Jelangkung
ISTIMEWA
Dede Sapta Jaya - Guru Sejarah SMAN 1 Manggar

SAAT mendengar kata jelangkung atau jailangkung tentu yang pertama kali muncul di dalam pikiran pembaca saat ini adalah boneka yang dimainkan dengan memanggil roh-roh halus. Jelangkung yang dimaksud dalam tulisan ini, bukan jelangkung terkait istilah supranatural. Jelangkung dalam tulisan ini merupakan kepanjangan dari jelajah lingkungan kampung.

Penulis berpendapat bahwa proses pembelajaran sejarah akan lebih asyik, menarik, dan menyenangkan apabila dilakukan oleh peserta didik dengan memanfaatkan media atau situs sejarah yang ada di kampung.

Pembelajaran sejarah saat ini banyak dilakukan oleh guru di dalam kelas sehingga metode belajar ini membuat para peserta didik merasa bosan dengan materi yang diajarkan, dan mereka menganggap bahwa pembelajaran sejarah merupakan pembelajaran yang bersifat hafalan dan lebih banyak mencatat.

Sementara itu, metode ceramah masih sering dilakukan oleh sebagian guru sejarah dalam mengajarkan siswanya. Metode ini membuat siswa menjadi pasif dalam menerima ilmu pelajaran sejarah di sekolah.

Bila kita melihat kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim tentang konsep merdeka belajar, dijelaskan bahwa guru memiliki kebebasan untuk berinovasi dan mengembangkan kreativitas demi mencapai tujuan pendidikan. Kebijakan tersebut menjelaskan juga bahwa guru bebas menggunakan media apa pun untuk membuat siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan inovatif, serta mandiri di dalam proses belajar.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa peran guru di dalam menciptakan suasana belajar yang edukatif, aktif, kreatif, dan inovatif, serta mandiri sangat dibutuhkan. Dengan demikian, metode apa pun dapat dilakukan untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran, salah satu metode yang dapat digunakan adalah jelangkung.

Pulau Belitung memiliki banyak sekali situs sejarah yang dapat dipelajari dan tersebar di berbagai kampung, di antaranya adalah Kampung Lalang Manggar, Kampung Gantung, Kampung Gunong Senyubuk Kelapa Kampit, Kampung Balok Dendang dan masih banyak lagi.

Supaya kegiatan pembelajaran jelangkung dapat berjalan dengan optimal, guru sejarah dapat mengaitkan materi yang dipelajari di dalam kurikulum dengan situs yang ada di kampung tersebut. Sebagai contoh, materi tentang perkembangan agama Islam di Indonesia. Penyebaran agama Islam di Indonesia berdampak pada pembentukan kerajaan bercorak Islam di setiap wilayah di Indonesia.

Pulau Belitung khususnya di Belitung Timur juga memiliki situs kerajaan yang dikenal oleh masyarakat setempat. Raja Balok yang terkenal sudah menguat Islam bernama K.A Gedeh Ja'kub. Apabila dikaitkan dengan masuknya agama Islam di Indonesia dan keberadaan kerajaan bercorak Islam di Balok, tentu akan membuat rasa penasaran yang tinggi di dalam diri peserta didik.

Salah satu pertanyaan yang muncul adalah masalah Kerajaan Balok ini berasal dari mana. Lantas juga dapat muncul pertanyaan bagaimana penyebaran agama Islam di Kerajaan Balok. Peserta didik akan akan terpancing dan mulai mencari tahu hubungan variabel tersebut dengan mencari dari beberapa sumber. Kemudian guru sejarah dapat meminta siswa untuk mencari kontekstualisasi keberadaan kerajaan Islam di Balok tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Masalah tersebut dalam pelaksanaan pembelajaran jelangkung akan lebih edukatif apabila peserta didik dilibatkan untuk membuat laporan penelitian selama mengikuti kegiatan jelajah lingkungan kampung dalam bentuk tulisan. Dengan demikian, dalam pembelajaran jelangkung ada unsur literasi yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Hal ini tentu akan lebih bermakna dibandingkan belajar sejarah di dalam kelas dengan melihat perkembangan Islam di Indonesia dengan pembahasan yang panjang.

Dengan mengunjungi situs-situs sejarah yang ada di kampung membuat sejarah menjadi hidup dan lebih dekat dengan peserta didik. Masih banyak lagi situs sejarah di kampung-kampung yang ada di Belitung yang dapat digali potensinya serta dikorelasikan dengan materi yang ada di dalam kurikulum sekolah.

Jelajah lingkungan kampung juga akan menambah wawasan kesejarahan baru bagi peserta didik khususnya sejarah lokal. Di mana banyak sekali adat, budaya, kearifan lokal, dan sejarah yang dapat dipelajari sebagai penambah wawasan dari metode jelangkung. Hal ini berdampak positif terhadap pengetahuan generasi muda akan keberadaan sejarah lokal yang bisa dikatakan kurang eksis, padahal keberadaan sejarah lokal merupakan identitas bagi suatu daerah bahkan suatu bangsa.

Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno pernah berkata: "Jangan sekali-sekali melupakan sejarah". Hal ini membuktikan bahwa sejarah bukan hanya suatu peristiwa yang terjadi pada masa lalu, namun terdapat nilai-nilai yang dapat kita ambil sebagai acuan untuk pijakan pada hari ini dan masa yang akan datang. Penggunaan metode dan media yang tepat menjadi kunci dari keberhasilan pembelajaran sejarah.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved