Militer dan Kepolisian
Inilah Dua Tank Amfibi Buatan Rusia Andalan Korps Marinir, Intip Kecanggihan dan Spesifikasinya
BMP-3F dinilai lebih andal daripada pendahulunya, yakni tank PT-76, yang juga sama-sama buatan Rusia
BANGKAPOS.COM-Tentara Nasional Indonesia tentu tak asing lagi dengan alutsista buatan Rusia.
Salah satunya adalah kendaraan tempur tercanggih bernama tank amfibi BMP-3F andalan Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Selain BMP-3f, Korps Marinir juga mengoperasikan tank amfibi buatan Rusia lainnya yaitu tank amfibi PT-76
BMP-3F merupakan tank amfibi berjenis armoured personnel carrier pabrikan Rusia.
BMP-3F dinilai lebih andal daripada pendahulunya, yakni tank PT-76, yang juga sama-sama buatan Rusia.
Baca juga: Pembom Terbaik Rusia Si Bebek Neraka Su-34 Rontok Dihajar Rudal Ukraina, Ini Kecanggihannya
Lantas, seperti apa spesifikasi tank amfibi BMP-3F?
Spesifikasi BMP-3F

BMP-3F pertama kali tiba di Indonesia pada 2010 sebanyak 17 unit.
Kedatangan kedua BMP-3F pada 2013 sebanyak 37 unit.
Saat ini, BMP-3F disiagakan di Markas Pasukan Marinir 2 Resimen Kavaleri 2 Marinir Surabaya dan di Markas Pasukan Marinir 1 Resimen Kavaleri 1 Marinir Jakarta.
Baca juga: Inilah Ratnik, Pakaian Tempur nan Canggih Milik Tentara Rusia, Satu Set Berharga Rp 46 Juta
Tank amfibi BMP-3F mampu mengisi amunisi dari rak amunisi secara otomatis.
Selain itu, amunisi yang digunakan juga lebih besar.
Selain itu, BMP-3F menggunakan amunisi berkaliber 100 mm, lebih besar dari PT-76 yang menggunakan amunisi 90 mm.
BMP-3F juga mampu menembakkan misil serta dilengkapi senjata lain berupa senapan mesin koaksial 30 mm dan PKT 7,62 mm. Fitur tersebut tidak tersedia di PT-76.
BMP-3F kendaraan perang infanteri berat
Dilansir dari Antara, 4 November 2014, BMP-3F buatan Kurganmashzavod, Rusia, masuk dalam kelas amphibious infantry fighting vehicle, yang proyek pengembangannya dimulai sejak 1987.
BMP-3F memiliki bobot kosong 18,5 ton, panjang 7,14 meter, lebar 3,2 meter, dan tinggi 2,4 meter.
Baca juga: Dua Jenderal Tewas dalam Perang Rusia Vs Ukraina, Satu Diduga Korban Sniper, Satu Kena Rudal
Tank amfibi BMP-3F dapat membawa tiga orang awak, termasuk seorang komandan, dan tujuh personel bersenjata lengkap plus dua kursi tambahan.
Mesin dengan rasio 27 tenaga kuda, mampu mendorong BMP-3F menuju kecepatan 72 kilometer per jam (jalan pedesaan/aspal biasa), 45 kilometer per jam (luar jalan), dan 10 kilometer per jam (perairan hingga gelombang skala Beauford II).
BMP-3F termasuk dalam kelas kendaraan perang infanteri berat, ditandai sistem perlindungan persenjataan aktif walau bodi dan kubah meriamnya dari alumunium diperkeras agar tahan karat.
Tidak akan ada pengaruh besar jika BMP-3F disembur tembakan kaliber 30 milimeter dari jarak dekat, misalnya dari senapan mesin berat 2A42.
Tangki bahan bakar BMP-3F juga ditempatkan di atas lapisan baja lantainya, didukung sistem suspensi independen aktif dari roda-roda rantainya.
Tersedia pilihan bagi pembeli atau pengguna untuk menambah perlindungan, kit penangkal serangan amunisi berat ERA.
Pengacak sinyal komunikasi lawan berbasis elektronika-optikal, Shrota, yang bisa diakses komandan tank untuk berkomunikasi dengan sistem peluncuran peluru kendali anti tank SACLOS (semiautomatic command to line of sight).
Meriam dan senapan mesin pada BMP-3F
Tank amfibi BMP-3F memiliki kemampuan renang hingga tujuh jam nonstop.
Pada BMP-3F terpasang meriam 100 milimeter berkecepatan rendah 2A70 yang dapat meluncurkan proyektil 9M117 ATGMs (AT-10 Stabber).
Meriam 100 milimeter ini bisa digerakkan 360 derajat kiri-kanan dan minus lima hingga 60 derajat ke bawah dan ke atas.
Meriam ini dirancang untuk tidak menimbulkan guncangan besar, yang semakin efektif dengan sistem penjejak dan optik khusus, sehingga peluru high explosive HE-Frag shell 3OF32 bisa terlontar hingga 4.000 meter.
Terdapat pula sepasang senapan mesin berat 30 milimeter 2A72 yang bisa meluncurkan 400 peluru permenit.
Jika dia berhadapan dengan personel, senapan mesin 7,62 milimeter-nya yang bertugas secara koaksial hingga 2.000 peluru permenit.
Tank Amfibi PT-76

Korps Marinir TNI Angkatan Laut memiliki kendaraan tempur andalan bernama tank amfibi PT-76.
PT-76 merupakan tank amfibi ringan atau light amphibious tank buatan Rusia.
Tank amfibi PT-76 telah digunakan korps Marinir TNI AL pada berbagai operasi, mulai dari Operasi Dwikora hingga Operasi Seroja di Timor Timur.
Lantas, seperti apa spesifikasi tank amfibi PT-76?
Spesifikasi tank PT-76
Dilansir dari Army Technology, Tank Plavayushchiy Rusia atau PT-76 adalah tank amfibi ringan yang dikembangkan pada awal 1950-an.
Disebutkan, tank amfibi PT-76 dapat mengangkut tiga personel.
Tank amfibi PT-76 memiliki bobot 14, 6 ton, panjang 6,91 meter, lebar 3,15 meter, dan tinggi 2,32 meter.
Dengan kekuatan 240 tenaga kuda, tank amfibi PT-76 mampu melaju dengan kecepatan 44 kilometer per jam di jalan. Saat berada di air 10,2 kilometer per jam.
Tank amfibi PT-76 dibekali persenjataan utama meriam stabil D-56TM 76,2 mm dengan 40 peluru.
Terdapat pula persenjataan sekunder berupa senapan mesin koaksial SGMT 7,62 mm dengan 1.000 peluru.
Lambung baja tank PT-76 yang dilas
Sekitar 12.000 tank PT-76 diproduksi untuk pasar domestik dan ekspor dari tahun 1958-1967.
Sekitar 2.000 kendaraan di ekspor ke berbagai negara. antara lain Vietnam, Indonesia, Korea Utara, India, Hungaria, Mesir, Afghanistan, Kuba, dan China.
Tank amfibi PT-76 memiliki lambung baja yang dilas dengan tiga kompartemen. Pengemudi duduk di kompartemen depan dan memiliki penutup palka satu bagian.
Tank ini memiliki menara baja yang dilas dengan tempat duduk untuk komandan di sebelah kiri dan pemuat di sebelah kanan.
Tank PT-76 memiliki pelindung setebal 15 mm yang terbuat dari baja. Penutup palka berbentuk oval dipasang di menara tank dengan kunci vertikal.
Sebuah kubah melingkar pada palka ganda memungkinkan penggunaan perangkat observasi. Pintu darurat juga disediakan di bawah kursi pengemudi untuk pintu keluar kru.
Mesin dan jangkauan tank PT-76
Tank PT-76 memiliki roda karet berlubang untuk daya apung dan sistem suspensi batang torsi. Roda pertama dan terakhir dilengkapi dengan peredam kejut hidrolik.
Tank amfibi PT-76 dibekali oleh mesin diesel 4-tak, berpendingin air, dan 6 silinder segaris.
Dengan kapasitas bahan bakar 250 liter, jangkauan maksimal tank PT-76, yakni 400 kilometer.
Pada bagian belakang tersedia ruang untuk tangki bahan bakar eksternal yang meningkatkan jangkauannya menjadi 510 kilometer.
Tank amfibi PT-76 masuk jajaran TNI AL pada 1964, dan telah digunakan pada berbagai operasi.
Mulai dari Operasi Dwikora di Kalimantan (1964-1965), Operasi Seroja di Timor Timur (1975-1979), hingga operasi pemulihan keamanan di Aceh (2002-2005).(kompas.com)