Breaking News:

Biro Kesra Pemprov Babel Realisasikan Rp26 Miliar Dana Hibah kepada Lembaga, Badan dan Ormas

Besaran penerima dana hibah lembaga/badan dan ormas dari Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Bangka Belitung 2021 sebesar Rp26 miliar.

Penulis: Riki Pratama | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Riki Pratama
Koordinator Analis Kebijakan Daerah, Pelayanan Dasar, Bagian Biro Kesra Pemprov Babel, Sulaiman. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Besaran penerima dana hibah lembaga/badan dan ormas, Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Bangka Belitung 2021 dari nilai pagu Rp 27.950.482.698 realisasi Rp 26.410.482.000. 

Kemudian yang tidak dicairkan berjumlah Rp 1.540.000.000 dengan jumlah penerima 124 penerima.

Koordinator Analis Kebijakan Daerah, Pelayanan Dasar, Bagian Biro Kesra Pemprov Babel, Sulaiman mengatakan untuk realisasi dana hibah 2021 yang menerima berjumlah 124 penerima.

"Untuk dana hibah 2021 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Hanya ada lembaga, yayasan yang melakukan perpanjangan sisa dana, karena di lapangan ada kendala. Dari lambat pencairan karena tiga kali refocusing dan perubahan surat keterangan (SK)," jelas Sulaiman, kepada Bangkapos.com, Senin (7/3/2022) di tempat kerjanya.

Selain kendala tersebut, kata Sulaiman, kendala lain di lapangan terjadi karena kondisi cuaca dan keterbatasan tenaga kerja lokal dalam membangun sebuah bangunan tempat ibadah.

"Di lapangan mereka terkendala cuaca, tenaga kerja lokal karena harga timah mahal. Sehari Rp 200 ribu, karena kerja bangunan hanya Rp 125 ribu itu full dalam sehari, jadi para pekerja kebanyakan keluar dari area itu. Itu menjadi kesulitan di yayasan," katanya.

Sulaiman, menambahkan dengan adanya kendala tersebut, Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Bangka Belitung memberikan kesempatan untuk melakukan perpanjangan penggunaan sisa dana.

"Misalnya, membangun water closet belum selesai, sekarang boleh di 2022 sesuai peraturan yang berlaku," katanya.

Baca juga: Inilah Senjata Militer Rahasia Rusia yang Amat Ditakuti Dunia, Ternyata Bukan Senjata Nuklir

Baca juga: Info Penghapusan Honorer, Segini Pesangon yang Disiapkan Pemerintah, Sebagian Jadi Outsourcing

Dia menerangkan, penerima dana hibah dari Pemprov Babel wajib memiliki badan hukum, berupa yayasan dan lembaga.

"Yayasan harus melalui pengesahan Kemenkuham RI, lembaga harus ada surat keterangan terdaftar (SKT) bupati atau walikota. Mereka berhak mendapat dana hibah dari masjid, gereja, kelenteng, vihara, TPA, majelis taklim, pondok pesantren, bisa mendapatkan dana dengan wajib membuat proposal permohonan," jelasnya.

Ia menegaskan fungsi dari dana hibah untuk membantu masyarakat Babel agar lebih khusyuk beribadah karena memiliki tempat ibadah yang baik.

"Fungsi untuk membantu masyarakat, kalau masjid belum selesai bisa terselesaikan beribadah dengan tenang dan khusyuk, sama dengan pokok pesantren agar mereka dapat belajar dengan baik dan benar," katanya.

Lebih jauh, Sulaiman mengharapkan penerima dana hibah pada 2022 dapat memanfaatkan dana tersebut kemudian tertib dalam administrasi.

"Jadi kita terus melakukan sosialisasi, melalui petunjuk teknis, menyampaikan terkait pertanggung jawaban harus tertib administrasi pelaporan dan pelaksanaan. Supaya penggunaan anggaran lancar. Dan memudahan melaksanakan visi misi mereka," kata Sulaiman.

Sulaiman menyampaikan pada 2022 besaran penerima dana hibah lembaga/badan dan ormas dengan bertambah dari 2021 dengan dana pagu Rp 41.249.282.250, jumlah penerima 173 penerima.

Sementara, realisasi dana hibah untuk badan/lembaga/organisasi di Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Bangka Belitung, pada 2020 mencapai Rp 39.820.000.000 dari jumlah anggaran 41.040.000.000. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved