Breaking News:

Korea Utara Lagi-lagi Uji Coba Satelit Pengintai, Korea Selatan Siap Luncurkan Rudal Meski Dilarang?

Peluncuran itu menuai kecaman dari pemerintah di Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang.

Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Evan Saputra
Kolase Tribun Medan/IST
Kim Jong Un 

BANGKAPOS.COM - Korea Utara mengatakan pihaknya melakukan tes "penting lainnya" untuk sistem satelit pengintai, seperti yang dilaporkan KCNA pada Minggu (6/3).

Padahal Korea Utara baru saja meluncurkan rudal balistik dari negara itu untuk kedua kalinya. dalam waktu seminggu.

Peluncuran itu menuai kecaman dari pemerintah di Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang, yang khawatir Korea Utara sedang bersiap untuk melakukan uji coba senjata besar-besaran dalam beberapa bulan mendatang dilansir dari KCNA via reuters.

Mereka melihat peluncuran satelit Korea Utara sebagai tes terselubung dari teknologi rudal balistik yang dilarang oleh resolusi Dewan Keamanan PBB.

Badan Pengembangan Antariksa Nasional Korea Utara (NADA) dan Akademi Ilmu Pertahanan melakukan peluncuran "di bawah rencana pengembangan satelit pengintai," lapor KCNA.

Itu adalah peluncuran kedua dalam seminggu untuk menguji peralatan satelit, dan peluncuran rudal kesembilan tahun ini.

"Melalui pengujian, NADA mengkonfirmasi keandalan transmisi data dan sistem penerimaan satelit, sistem komando kontrol dan berbagai sistem kontrol berbasis darat," kata KCNA.

Seperti tes terakhir pada 27 Februari, KCNA tidak merinci jenis roket yang digunakan dalam peluncuran tersebut, tetapi pihak berwenang di Korea Selatan mengatakan itu tampaknya merupakan rudal balistik yang ditembakkan dari daerah dekat Pyongyang di mana bandara internasionalnya berada.

Militer Korea Selatan mengatakan rudal Korea Utara mencapai ketinggian sekitar 560 km (350 mil) dan terbang 270 km (170 mil).

Baca juga: Inilah Senjata Militer Rahasia Rusia yang Amat Ditakuti Dunia, Ternyata Bukan Senjata Nuklir

Di tengah pembicaraan denuklirisasi yang terhenti, Korea Utara melakukan sejumlah rekor peluncuran senjata pada Januari.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 28 Januari menunjukkan apa yang dikatakan Korea Utara sebagai uji tembak rudal
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 28 Januari menunjukkan apa yang dikatakan Korea Utara sebagai uji tembak rudal (STR / AFP / KCNA VIA KNS)

Korea Utara juga telah menyarankan untuk melanjutkan pengujian senjata nuklir atau rudal balistik antarbenua (ICBM) jarak terjauh untuk pertama kalinya sejak 2017.

Tes hari Sabtu itu dilakukan hanya beberapa hari menjelang pemilihan presiden pada hari Rabu di Korea Selatan.

Pejabat-pejabat Korsel bersiap diri akan satelit mata-mata yang dibuat Korut.

di mana para pejabat bersiap untuk upaya Korea Utara untuk meluncurkan satelit mata-matanya ke orbit dalam waktu dekat.

Korea Selatan juga mendorong rencana untuk meluncurkan kendaraan luar angkasanya sendiri, yang tidak dilarang oleh DK PBB.

Ia berencana untuk menguji proyektil luar angkasa berbahan bakar padat bulan ini sebagai bagian dari proyek untuk menyebarkan satelit pengawasan militernya sendiri untuk memantau Korea Utara, lapor kantor berita Yonhap.

(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)

Baca juga: Lupa Cara Berpose, Tante Ernie Merasa Dirinya Mirip Kue Bolu Ngembang, Gegara Kebanyakan Minum Air?

Baca juga: Info Penghapusan Honorer, Segini Pesangon yang Disiapkan Pemerintah, Sebagian Jadi Outsourcing

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved