Breaking News:

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Jalan Desa Cambai, Pelaku Hantam Kepala Korban Sebanyak 4 Kali

Polres Bangka Tengah menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap Tedi Andrianto (16) di Jalan Desa Cambai

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
Rekonstruksi kasus pembunuhan Tedi (16) di Jalan Desa Cambai, Namang oleh temannya sendiri AS (20) di halaman Mapolrea Bangka Tengah, Koba, Senin (7/3/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Polres Bangka Tengah menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap Tedi Andrianto (16) di Jalan Desa Cambai, Namang, Bangka Tengah beberapa waktu lalu.

Rekonstruksi tersebut dilaksanakan di halaman Mapolres Bangka Tengah dengan menghadirikan dua orang saksi dan tersangka AS (20), Senin (7/3/2022).

Berdasarkan reka adegan, diketahui bahwa pelaku dan korban sebelumnya sempat minum minuman beralkohol bersama di rumah kontrakannya yang berada di Desa Air Mesu.

Ketika keduanya dalam kondisi mabuk, pelaku dan korban sempat terlibat cekcok. Menurut pelaku, korban sangat menjengkelkan dan berisik saat mabuk.

Setelah itu, pelaku pun keluar mengajak korban untuk menembak burung dengan membawa senapan angin.

Karena dalam kondisi mabuk berat, keduanya terus terlibat cekcok sehingga berujung pemukulan terhadap korban sebanyak 3 kali menggunakan tangan kosong hingga membuat korban jatuh tersungkur di pinggir jalan dengan posisi telungkup

Rekonstruksi kasus pembunuhan Tedi (16) di Jalan Desa Cambai, Namang oleh temannya sendiri AS (20) di halaman Mapolrea Bangka Tengah, Koba, Senin (7/3/2022).
Rekonstruksi kasus pembunuhan Tedi (16) di Jalan Desa Cambai, Namang oleh temannya sendiri AS (20) di halaman Mapolrea Bangka Tengah, Koba, Senin (7/3/2022). (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Baca juga: Inilah Senjata Militer Rahasia Rusia yang Amat Ditakuti Dunia, Ternyata Bukan Senjata Nuklir

Baca juga: Info Penghapusan Honorer, Segini Pesangon yang Disiapkan Pemerintah, Sebagian Jadi Outsourcing

Kala itu, korban masih sadarkan diri dan mencoba merangkak serta mengeluh kepalanya kesakitan.

Kemudian, pelaku mencari balok di sekitar lokasi dan memukul kepala korban sebanyak 4 kali hingga menyebabkan luka robek di kepala bagian belakang dan membuat korban meninggal dunia.

Kanit Pidum Polres Bangka Tengah, Ipda Randi Haikal mengatakan, ada sebanyak 28 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi tersebut.

"Dalam rekonstruksi pembunuhan itu ada 28 adegan yang diperagakan dan korban dibunuh menggunakan balok kayu pada adegan ke-18," jelas Ipda Randi.

Diakuinya, berdasarkan pengakuan tersangka, motif pembunuhan tersebut terjadi lantaran tersangka kesal kepada korban yang dalam kondisi mabuk dan berbicara kasar kepada dirinya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Bangka Tengah, Hamka mengatakan, setelah proses rekonstruksi ini, pihaknya akan memeriksa berkas terkait perkara tersebut.

"Setelah itu, baru kasus ini akan kita bawa ke tahap selanjutnya," ujar Hamka. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved