Breaking News:

Video Lokal

Video Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Jalan Desa Cambai

Ketika keduanya dalam kondisi mabuk, pelaku dan korban sempat terlibat cekcok. Menurut pelaku, korban sangat menjengkelkan dan berisik saat mabuk.

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Novita

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Polres Bangka Tengah menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap Tedi Andrianto (16) di Jalan Desa Cambai, Namang, Bangka Tengah, beberapa waktu lalu.

Rekonstruksi tersebut dilaksanakan di halaman Mapolres Bangka Tengah, dengan menghadirikan dua orang saksi dan tersangka AS (20), Senin (7/3/2022).

Berdasarkan reka adegan, diketahui bahwa pelaku dan korban sebelumnya sempat minum alkohol bersama di rumah kontrakannya yang berada di Desa Air Mesu.

Ketika keduanya dalam kondisi mabuk, pelaku dan korban sempat terlibat cekcok.

Menurut pelaku, korban sangat menjengkelkan dan berisik saat mabuk.

Setelah itu, pelaku pun keluar mengajak korban untuk menembak burung dengan membawa senapan angin.

Karena dalam kondisi mabuk berat, keduanya terus terlibat cekcok sehingga berujung pemukulan terhadap korban sebanyak 3 kali menggunakan tangan kosong, hingga membuat korban jatuh tersungkur di pinggir jalan dengan posisi telungkup.

Kala itu, korban masih sadarkan diri dan mencoba merangkak serta mengeluh kepalanya kesakitan.

Kemudian, pelaku mencari balok di sekitar lokasi dan memukul kepala korban sebanyak 4 kali hingga menyebabkan luka robek di kepala bagian belakang dan membuat korban meninggal dunia.

Kanit Pidum Polres Bangka Tengah, Ipda Randi Haikal , mengatakan, ada sebanyak 28 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi tersebut.

"Dalam rekonstruksi pembunuhan itu ada 28 adegan yang diperagakan dan korban dibunuh menggunakan balok kayu pada adegan ke-18," jelas Ipda Randi.

Berdasarkan pengakuan tersangka, lanjutnya, motif pembunuhan tersebut terjadi lantaran tersangka kesal kepada korban yang dalam kondisi mabuk dan berbicara kasar kepada dirinya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Bangka Tengah, Hamka, mengatakan, setelah proses rekonstruksi ini, pihaknya akan memeriksa berkas terkait perkara tersebut.

"Setelah itu, baru kasus ini akan kita bawa ke tahap selanjutnya," ujar Hamka. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved