Breaking News:

Video Operasi Pasar Sediakan 1.000 Paket Sembako, Warga Incar Minyak Goreng

Puluhan ibu-ibu rela mengantre untuk mendapatkan paket sembako yang dibagikan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Bangka Belitung

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA- Puluhan ibu-ibu rela mengantre untuk mendapatkan paket sembako yang dibagikan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Bangka Belitung bekerjasama dengan Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kabupaten Bangka Barat di Lapangan Bina Jaya, Kecamatan Muntok.

Dalam operasi pasar tersebut membagikan sebanyak 1.000 paket sembako berisi minyak goreng 2 liter, beras 5 Kilogram dan gula 1 Kilogram yang dijual murah dengan harga Rp 94.500.

Pimpinan Cabang Bulog Bangka Belitung, Asfianty mengatakan kegiatan operasi pasar di Muntok yang pertama digelar pihaknya dan akan kembali melanjutkan operasi pasar di beberapa daerah lainnya.

"Ini permintaan dari DKUP Bangka Barat mereka meminta 1.000 paket, jadi kita siapkan 1.000 paket sembako. Isinya ada minyak goreng, gula pasir dan beras. Bulog ini kan tugasnya menstabilkan harga, nanti mungkin nanti digelar di Bangka Tengah dan lain-lain, nanti kita koordinasikan dengan Disperindag Kabupatennya," ujar Asfianty, Selasa (08/03/2022).

Melihat antusiasme masyarakat Asfianty mengatakan operasi pasar kemungkinan tidak hanya dilakukan sekali saja, dikarenakan antusias warga yang bahkan sudah rela antre sebelum operasi pasar di buka.

"Kalau antusiasnya segini banyak, ada permintaan kita siap mengadakan operasi pasar. Kita pokoknya siap, Bulog siap untuk stabilitas harga," katanya.

Sementara itu Endang (51) warga Kampung Air Terjun, Kecamatan Muntok mengatakan rela ikut antre saat operasi pasar demi mendapatkan minyak goreng.

"Murah ga murah harganya, kita inikan mikirnya minyak goreng. Kalau ada pasar murah Bulog kita ikut aja, karena selain tertarik karena ada minyak goreng, kan ada beras juga," tutur Endang.

Senada dengan Endang, warga lain Kuswari (64) mengungkapkan, datang ke pasar murah dikarenakan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran.

"Ngantre sejak 08.30 pagi, kalau harga agak sedikit miringlah dari yang di Pasar. Kalau di toko biasa beli minyak fortune Rp 15 ribu per liter, kalau disini Rp 13.500 selisih sedikitlah, tapi tidak jadi masalah yang penting stok minyak goreng ada," ungkap Kuswari. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved