Breaking News:

Video Lokal

Video Pangkalpinang Dapat Catatan Indeks MCP Rendah dari KPK

Nilai indeks Monitoring Centre for Prevention atau MCP Kota Pangkalpinang masih jauh berada di kisaran 49,75 persen.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia menilai pengelolaan pemerintahan daerah di Kota Pangkapinang, masih belum memuaskan.

Hal itu sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Ketua KPK RI, Nurul Ghufron, saat menghadiri rapat koordinasi program pemberantasan korupsi terintegrasi tahun 2022 di ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (8/3/2022).

Nilai indeks Monitoring Centre for Prevention atau MCP Kota Pangkalpinang masih jauh berada di kisaran 49,75 persen.

Hal itu masih jauh dari rata-rata indeks MCP nasional yang ditetapkan sebesar 71 persen.

Dengan nilai itu Kota Pangkalpinang berada pada urutan dua terbawah di bawah Kabupaten Belitung Timur dengan indeks 51,45 persen dan di atas Kabupaten Bangka Selatan dengan indeks 45,70 persen.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam, mengatakan, beberapa alasan MCP Kota Pangkalpinang terendah nomor dua dari bawah.

Terdapat banyak faktor yang memengaruhi hal tersebut yang paling banyak, yakni permasalahan aset yang belum bersertifikat.

Sejauh ini, Radmida mengatakan, pihaknya telah berusaha untuk membuat sertifikat tanah sekitar 2.217 aset tanah di bawah jalan. Namun, sampai kini masih terus berproses di BPN.

Sedangkan yang masih diajukan tahun ini sebanyak 826 bidang tanah untuk disertifikatkan.

Berdasarkan data, lanjut dia, setidaknya terdapat 2.655 aset tanah yang terdiri dari 2.217 aset tanah di bawah jalan dan 438 bidang tanah di luar aset tanah di bawah jalan.

Oleh karenanya, Radmida berharap, dengan kerja sama yang dijalin dengan BPN Kota Pangkalpinang dapat segera menyelesaikan permasalahan aset yang selama ini masih menjadi masalah serius.

Jika tidak segera terselesaikan maka indeks MCP di Pangkalpinang tidak akan pernah naik bahkan terus merosot. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved