Breaking News:

Berita Bangka Barat

Ditkrimsus Polda Bangka Belitung Razia TI di Belo Laut, 12 Penambang Diamankan

Dari 12 penambang yang diamankan oleh tim gabungan, mayoritas merupakan warga setempat.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Novita
Ist/Dokumentasi Polres Bangka Barat
Operasi gabungan Ditkrimsus Polda Bangka Belitung dengan Polres Bangka Barat merazia TI di Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (9/3/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 12 penambang dan dua orang pemilik tambang inkonvensional (TI) di Kawasan Mangrove Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, berhasil diringkus tim gabungan dari Ditkrimsus Polda Bangka Belitung bersama Polres Bangka Barat.

Diketahui, dalam kegiatan yang dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB itu, tim gabungan juga menemukan sejumlah barang bukti.

Sebanyak tiga unit mesin TI user-user mesin pompa air yang digunakan para penambang untuk aktivitas TI pun, ikut dibawa menuju Polres Bangka Barat.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto, saat dikonfirmasi melalu telepon, mengatakan, tindak lanjut operasi gabungan akan ditangani oleh Ditkrimsus Polda Bangka Belitung.

"Itu penertiban seperti biasanya, tapi kali ini sudah dapat 14 orang penambang, sudah dibawa ke Polda Bangka Belitung. Iya ditangani Polda Bangka Belitung, karena tadi sama-sama orang Ditkrimsus Polda Bangka Belitung," jelas Agus, Rabu (9/3/2022).

Dari 12 penambang yang diamankan oleh tim gabungan, mayoritas merupakan warga setempat. Selain itu juga terdapat warga lain yang berasal dari Kecamatan Belinyu.

Sedangkan pemilik tambang berinisial YS dan LE, diketahui merupakan warga Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, juga diringkus oleh Ditkrimsus Polda Bangka Belitung.

Diketahui sebelumnya, aktivitas TI di Desa Belo Laut yang masih masuk dalam kawasan daerah aliran sungai (DAS) Hutan Mangrove, sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir.

Pihak aparat, khususnya Polres Bangka, Barat sudah berulang kali melakukan razia di kawasan TI tersebut.

Setidaknya Polres Bangka Barat telah melakukan razia sebanyak lima kali, baik dilakukan sendiri ataupun bersama tim gabungan, seperti Sat Pol PP Bangka Barat.

Penertiban pertama dilakukan Polres Bangka Barat yakni pada Selasa (14/9/2021) lalu, sedangkan penertiban terakhir dilakukan pada Selasa (11/1/2022) lalu.

Dari upaya terakhir tersebut, anggota Polres Bangka Barat tidak berhasil mengamankan para penambang, namun hanya berhasil mengamankan tiga mesin pompa air. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved