Breaking News:

Wanita Lesbi Aniaya Bayi Hingga Tewas

Simak Pandangan Akademisi Terkait Kasus Penganiayaan Bayi hingga Tewas oleh Pasangan Lesbi

Dia mengatakan, pelaku kasus tersebut harus dihukum sesuai ancaman hukuman yang berlaku agar ada dampak jera.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Novita
Bangkapos.com/deddy marjaya
Eka Yulinda pelaku pembunuhan bayi anak pasangan lesbinya dikawal anggota Unit PPA Sat Reskrim Polres Bangka Rabu (9/3)/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dosen Hukum Universitas Bangka Belitung (UBB), Dr Dwi Haryadi, ikut menyoroti kasus penganiayaan bayi hingga tewas yang melibatkan pasangan lesbi di Sungailiat, Bangka.

Akademisi Hukum ini menilai dari kasus ini dapat dilihat dari dua sisi, yakni sisi hukum pidana dan sisi kriminologi.

"Dari sisi hukum pidana, tentu perbuatan pelaku murni melakukan pembunuhan yang dapat dijerat dengan pasal 338 atau 340 KUHP dengan ancaman pidana penjara 15 tahun sampai dengan pidana seumur hidup bahkan pidana mati," jelas Dwi saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Rabu (9/3/2022).

Dia menyebut tinggal nanti proses penyidikan, penyelidikan, bahkan sampai.penuntutan dan pembuktian di persidangan dan diputuskan oleh hakim.

"Sementara dari sisi kriminologi yang mempelajari perilaku kejahatan dan sebab-sebabnya itu, termasuk fenomena penyimpangan yang terjadi di masyarakat. Perilaku LGBT diakui atau tidak, eksis atau ada di sekitar kita," tambahnya.

Dalam kasus ini, lanjut Dwi, pelaku mengakui bahwa motifnya dilatarbelakangi karena kesal atas sikap pasangan lesbiannya yang tidak mau menyebutkan siapa ayah dari bayinya.

"Ada dua hal terungkap di sini. Pertama, bahwa fenomena LGBT ada di lingkungan kita. Kedua, secara psikologi, responsnya terhadap sesuatu yang dinilai mengganggu hubungan pribadinya cenderung potensial melakukan perilaku yang negatif. Sudah banyak kasus-kasus yang melibatkan LGBT yang motifnya terkait hubungan pribadi dengan pasangannya," jelasnya.

Lembaga Perlindungan Perempuan Merasa Miris

Dihubungi terpisah, Ketua Yayasan Nur Dewi Lestari sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bangka Belitung, Nurmala Dewi Hernawati, merasa miris dengan kasus penganiayaan bayi yang didasari karena motif cemburu dari pasangan lesbian.

"Miris sekali ya, itu kena dua kasus ya. Pertama, kasus pembunuhan, hukum pidana dan kasus penyimpangan juga karena suka sesama jenis," ujar Dewi.

Dia mengatakan, pelaku kasus tersebut harus dihukum sesuai ancaman hukuman yang berlaku agar ada dampak jera.

"Membunuh itu tentu melanggar UU Perlindungan Anak, bisa 15 tahun itu hukumannya," tambahnya.

Tak hanya itu, dia menyingung kemana sosok ayah sang anak yang harusnya bertanggungjawab.

"Si perempuan itu kenapa tidak nikah, bila sudah hamil, diusut siapa yang menghamili, ayah yang tidak bertanggungjawab itu juga harus kena, harus dicari," bebernya.

Sebagai lembaga perlindungan perempuan, kata Dewi, fenomena LGBT ini harus menjadi perhatian pemerintah karena dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.

" LGBT ini tidaklah harus ada, baik dari segi agama dan sosial itu tidak dibenarkan. Pemerintah harus perhatikan ini dan jangan ada pembiaran, takutnya fenomena ini terus bergeming dan muncul banyak pasangan LGBT," kata Dewi. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved