Breaking News:

Dewan Sesalkan Sekolah Minta Siswi Mundur Gegara Video Tiktok, Desak untuk Bujuk Kembali Bersekolah

Dia mendesak agar pihak sekolah untuk turut membujuk siswi AR kembali sekolah untuk menerima hak pendidikan anak.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Novita
(DOK. PIXABAY)
Ilustrasi pelajar. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, Mansah, menyesalkan kebijakan SMPN 4 Muntok yang dinilai sempat terburu-buru mengambil tindakan hendak menyarankan siswi untuk pindah sekolah.

Tindakan tersebut disarankan buntut dari video Tiktok berdurasi 13 detik milik siswi berinisial AR, yang menampilkan konten dirinya berpura-pura menjadi mama muda umur 16 tahun beranak satu yang sedang mengandung dua bulan.

Wakil rakyat daerah pemilihan Bangka Barat itu merasa tindakan pengeluaran siswa karena ada masalah, malah akan menimbulkan masalah baru, apalagi bila anak berhenti sekolah.

"Tindakan itu teburu-buru, karena kepanikan itu, itu tidak boleh. Justru dengan mengeluarkan anak itu bisa membuat anak tidak baik, yang harus dilakukan itu adalah mendidik lagi, kami sesalkan kebijakan," kata Mansah, Kamis (10/3/2022).

Dia mendesak agar pihak sekolah untuk turut membujuk siswi AR kembali sekolah untuk menerima hak pendidikan anak.

"Ke depan, pihak sekolah untuk berpikir panjang dan mengedapankan asas kebijaksanaan dalam memutuskan segala sesuatu agar tidak berdampak luas di kemudian hari, sebagai institusi yang seharusnya memberikan pendidikan dan arahan kepada sesuatu yang salah atau kurang baik. Karena memang inilah tugas sekolah yakni memanusiakan manusia," jelasnya.

Dia juga mengimbau agar hal serupa tak terulang. Pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan, untuk senantiasa memperbarui pengetahuan kepala sekolah dan guru mengenai kemajuan teknologi.

"Sehingga dengan mereka tahu maka mereka bisa mengatasi persoalan dan dampak negatifnya. Jangan nanti kepala sekolah dan guru-gurunya ada yang enggak tahu dengan namanya TikTok, Twitter, Facebook dan sebagainya," kata Mansah.

Tak hanya itu, dia menilai anak usia seperti AR masih labil sehingga perlu peran orang tua dalam mendampingi.

"Orang tua untuk lebih sering-sering memantau Hp anak di usia SD atau SMP, kaerna secara mental anak ini masih sangat labil. Karena bagaimanapun Hp memiliki dua sisi yang saling bertentangan, selain memiliki dampak positif juga memiliki dmpak yang negatif mengikutinya. Maka pandai dan bijaklah kita sebagai orang tua untuk mengawasinya, karena waktu anak lebih banyak bersama orangtua ketimbang di sekolah," bebernya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved