Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Lesbian Aniaya Bayi hingga Tewas, DPRD Bangka Belitung Desak Pemerintah Pro Aktif Berantas LGBT

Eka Yulinda (20) menjadi tersangka pembunuhan terhadap bayi 3 bulan di Sungailiat Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung, Dede Purnama Alzulami 

BANGKAPOS.COM, BANGKA == Eka Yulinda (20) menjadi tersangka pembunuhan terhadap bayi 3 bulan di Sungailiat Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Eka menghabisi anak pacar sesama jenisnya AT (18) lantaran kesal dan cemburu.

Selain kasus hukum pidana, dalam hal ini Eka juga menjadi bukti adanya kasus penyimpangan seksual yakni Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Bangka Belitung.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung, Dede Purnama Alzulami mendesak agar pemerintah dan penegak hukum pro aktif dalam hal memberantas LGBT di Bangka Belitung.

Baca juga: Buntut Pembunuhan Bayi yang Dilakukan Pasangan Lesbian di Sungailiat, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Baca juga: Tabiat Wanita Penyuka Sesama Jenis Sering Gigit Bayi Pacar Sebelum Dibunuh

Upaya penanganan LGBT ini dinilai penting menjadi perhatian, pasalnya selain terjadi penyimpangan seksual yang melanggar norma agama dan norma hukum namun tak menutup kemungkinan menimbulkan dampak buruk lainnya.

Dede juga tak menampik, sebagai wakil rakyat dirinya mendapat laporan bahwa di Bangka Belitung sudah berkembang grup-grup LGBT.

"Ini tak bisa dianggap sepele, bahkan permasalahan LGBT ini tidak hanya merebak bagi orang dewasa tetapi juga pelajar, saya sering berkomunikasi dengan aktivis sosial, di Pangkalpinang banyak grup-grup WhatsApp yang cenderung LGBT. Saya dapat informasi juga ini sedang diselidiki oleh pihak berwajib," ungkap Dede saat ditemui bangkapos.com, Kamis (10/3/2022).

Apabila ini tidak diantisipasi, dirinya khawatir akan menimbulkan dampak kejahatan lainnya bahkan berkembang hingga menjadi contoh bagi para remaja.

"Kami harap pemerintah pro aktif menangani kasus LGBT ini, baik dari level provinsi, kabupaten kota, untuk memperketat hal ini. Kejadian di Sungailiat itu merupakan satu hal yang diketahui, padahal masih banyak kasus lain, karena ini penyakit, ini menular," ungkap Dede.

Baca juga: Kronologi Bayi 3 Bulan Tewas di Tangan Teman Wanita Ibunya Lantaran Cemburu Buta

Baca juga: Begini Kata Psikolog Lesbian Cemburu Bisa Nekat, Pelaku Bunuh Bayi Anak Kekasih Sesama Jenisnya

Ditegaskannya, negara Indonesia tidak membenarkan adanya LGBT atau suka sesama jenis, perbuataan ini secara otomatis melanggar undang-undang (UU).

"Bahkan kita harap tidak ada panggung untuk mereka ini, mereka yang bertindak lelaki seperti perempuan atau perempuan seperti lelaki, ini tidak dibenarkan," katanya.

Aparat hukum penting ikut ambil peran untuk memberantas LGBT dengan cara melakukan razia-razia pada tempat-tempat yang rawat menjadi tempat berkumpul LGBT.

"Karena ini melanggar undang-undang dan tidak ada agama mana pun yang membenarkan tindakan suka sesama jenis. Maka wajib menurut saya ada sanksi bagi LGBT, karena perbuataan mereka tidak berimbas kepada diri sendiri tetapi kepada orang lain juga. Pemerintah harus hadir memberikan yang terbaik untuk masyakat," tegasnya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved