Breaking News:

Lima Hektare Hutan Mangrove di Belo Laut Rusak Parah

atusan sakan berdampingan dengan pohon mangrove yang sudah rebah terhampar, sebagai akibat dari dampak adanya aktivitas Tambang Inkonvensional (TI)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Fery Laskari

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Ratusan sakan berdampingan dengan pohon mangrove yang sudah rebah terhampar, sebagai akibat dari dampak adanya aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) di Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

KPHP Rambat Menduyung, Meliadi mengungkapkan adanya aktivitas TI yang sudah berjalan dua tahun terakhir pun memberikan dampak kerusakan yang parah.

"Kerusakan kurang lebih 5 hektare bakau, total keseluruhan belum bisa dipastikan tapi secara kasat mata sekitar 5 hektare. Ini dampaknya sangat besar, kerugian juga harus diperhitungkan," ujar Meliadi, Kamis (10/03/2022).

Dengan kondisi tersebut diperkirakan untuk melakukan pemulihan, butuh waktu sekitar 10 tahun agar hutan mangrove yang jarah penambang bisa kembali normal.

"Rencana ke depan kita mau rehab, jadi ini bentuknya rehab Daerah Aliran Sungai (DAS), kemudian ada juga program dari kementerian pusat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) jadi ini yang akan kita lakukan," tuturnya.

Selain itu pihaknya juga sudah memasang plang sebagai upaya pencegahan, walaupun hal itu kurang efektif dikarenakan para penambang terus melakukan kegiatan ilegalnya.

"Sampai sekarang ini masih ada kegiatan ini jadi jangankan plang, penertiban saja ini selesai tapi 2-3 hari datang lagi. Tapi kami tidak melakukan, kegiatan yang sia-sia kewajiban kami itu," ucapnya.

Sementara itu disaat bersamaan tim gabungan Polres Bangka Barat, Kodim 0431/Bangka Barat dan Sat Pol PP Bangka Barat juga melakukan razia terhadap TI di Desa Belo Laut.

Dalam razia yang sudah ketujuh kalinya dilakukan oleh Polres Bangka Barat, pihaknya menghancurkan sakan-sakan agar para penambang tidak kembali beraktivitas.

Namun dari razia tersebut pihak tim gabungan tidak berhasil mengamankan penambang, hal ini saat tim datang sudah tidak ada lagi satu pun penambang yang berada di lokasi TI Belo Laut.

Kabag Ops Polres Bangka Barat, Kompol Evry Susanto menegaskan pihaknya akan menindak tegas jika ditemukan penambang yang melakukan aktivitas TI.

"Ke depan tindak lanjutnya kalau masih ada penambang, itu tidak ada ampun langsung diproses kalau dapat langsung kita proses sampai pengadilan. Tidak boleh ada aktivitas lagi disini, karena ini hutan bakau harus nol," tegas Kompol Evry Susanto.

Operasi gabungan yang melibatkan total 80 personel kali ini dilakukan, setelah sebelumnya Ditkrimsus Polda Bangka Belitung mengamankan 14 penambang pada Rabu (09/03/2022) lalu.

"Pasti nanti kita tanyakan kepada penambang yang ditangkap kemarin, kalau ada oknum anggota yang terlibat ya kita proses. Sampai saat ini belum tapi masih diperiksa di Polda Bangka Belitung, kalau mereka kucing-kucingan ya kita kucing-kucingan juga ya," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved