Breaking News:

PBB Cek Senjata Biologis di Ukraina, Tudingan Rusia Akhirnya Terjawab

Tudingan Rusia terkait adanya operasi pembuatan senjata biologis di Ukraina langsung ditindaklanjuti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Editor: El Tjandring
BBC
Jalan raya di Ukraina diblokade untuk hadang militer Rusia. 

PBB Cek Senjata Biologis di Ukraina, Tudingan Rusia Akhirnya Terjawab

BANGKAPOS.COM - Tudingan Rusia terkait adanya operasi pembuatan senjata biologis di Ukraina langsung ditindaklanjuti Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB).

Hasilnya, PBB tidak menemukan bukti apapun soal senjata biologis seperti yang dituduhkan Rusia.

Sebelumnya Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menuduh Amerika Serikat (AS) dan Ukraina menjalankan program biologis militer yang didanai AS di Ukraina.

"Kami mengkonfirmasi bahwa fakta yang terungkap selama operasi militer khusus Rusia di Ukraina menunjukkan upaya rezim Ukraina untuk segera menutupi jejak program biologis militer,” ujar Maria Zakharova dikutip dari Tribunnews.com.

“Ini bukan tentang penelitian ilmiah damai karena program ini dibiayai oleh Departemen Pertahanan AS," tegas Zakharova.

Pernyataan Maria Zakharova ini telah dibantah oleh AS dan sekutunya ketika sidang darurat Dewan Keamanan PBB diadakan Jumat (11/3/2022).

Dikutip dari Aljazeera, Rusia menginisiasi pertemuan tersebut untuk mendiskusikan tuduhannya yang belum terbukti soal dugaan Ukraina mengoperasikan laboratorium untuk pengoperasian senjata biologis dengan bantuan dari AS.

Baca juga: Suami Paling Suka Kentut Depan Istri, Kata dr Aisah Dahlan itu Termasuk Romantis

Baca juga: PNS Cek Rekening! Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Cair 3 Bulan Sekaligus, Kemendagri Setuju

Perwakilan Tertinggi PBB mengenai Senjata, Izumi Nakamitsu, menyatakan 15 anggota dewan PBB tidak menemui adanya bukti terkait program senjata biologis di Ukraina.

Nakamitsu mengatakan Ukraina dan Rusia adalah negara peserta dari Biological Weapons Convention (BWC) yang menjadi perjanjian internasional dan telah melarang senjata biologis untuk beredar.

“Senjata biologis telah dilarang sejak BWC mengeluarkan perjanjian tersebut pada tahun 1975,” ujarnya.

Sementara selama sidang Dewan Keamanan PBB, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan 30 laboratorium senjata biologis di Ukraina.

Namun kemudian dibantah oleh Dubes AS untuk PBB, Linda Thomas Greenfield yang mengecam Rusia karena telah menggunakan Dewan Keamanan PBB untuk melegitimasi disinformasi dan menipu masyarakat dalam rangka membenarkan pilihan perang oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin melawan Ukraina.

“Aku akan mengatakan kali ini bahwa Ukraina tidak memiliki program senjata biologis. Selain itu tidak ada pula laboratorium senjata biologis di Ukraina yang dibiayai oleh AS di mana dituduhkan lokasi laboratorium tersebut berada di perbatasan Ukraina dan Rusia,” ujar Thomas-Greenfield.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved