Breaking News:

Hati-hati Pamer Kekayaan di Medsos Sekarang Bakal Diintai Ditjen Pajak, Sri Mulyani: Kami Senang

Sri Mulyani menyebut pemantauan yang dilakukan Ditjen Pajak melalui medsossebagai upaya menjaga kepercayaan masyarakat

Tribunnews
Menkeu RI, Sri Mulyani 

BANGKAPOS.COM - Maraknya orang-orang yang memamerkan kekayaan di medsos ternyata menjadi ladang tersendiri bagi Ditjen Pajak

Pasalnya mereka bisa jadi dengan mudah memantau dan melacak siapa saja orang-orang yang memiliki kekayaan.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengatakan petugas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan akan langsung mendatangi mereka yang sering pamer kekayaan.

"Kami senang kalau di medsos ada yang pamer mengenai account number, 'akun saya yang paling gede," kata Sri Mulyani dalam Sosisalisasi UU HPP.

Sri Mulyani menambahkan pemantauan yang dilakukan Ditjen Pajak melalui medsos, adalah sebagai upaya menjaga kepercayaan masyarakat. 

"Begitu ada yang pamer 'saya punya beberapa miliar', salah satu petugas pajak kami bilang 'ya nanti kita datangilah," lanjut Sri Mulyani.

Baca juga: PNS Cek Rekening! Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Cair 3 Bulan Sekaligus, Kemendagri Setuju

Baca juga: Isi Rekening PNS Segera Berlimpah, TPP Cair 3 Bulan Sekaligus, Akan Masuk Lagi Transferan THR

Masyarakat pun akan melihat bahwa negara melakukan pemungutan pajak yang adil.

Toh, pajak yang dipungut digunakan untuk pembangunan nasional.

"Masyarakat kita akan percaya kepada pemerintah kalau dia tahu diperlakukan adil dan uang pajaknya kembali lagi, bukannya dikantongi atau ditaruh di belakang kantor saya, (tapi uang pajak) digunakan untuk bangun sekolah, bangun jalan raya, bangun irigasi," terang Sri Mulyani.

Bahkan,  Sri Mulyani memastikan, data perpajakan yang dimiliki Ditjen Pajak semakin lengkap, baik data harta wajib pajak yang berada di dalam negeri maupun yang berada di luar negeri.

Lantas, berkaca dari hal tersebut, sebenarnya apa saja jenis harta yang harus dilaporkan dalam SPT tahunan oleh wajib pajak orang pribadi?

Melansir dari Kompas.com, setiap wajib pajak orang pribadi harus melakukan lapor SPT tahunan dan paling telat adalah 31 Maret 2022 esok.

Sayangnya, masih ada yang bertanya-tanya harta apa saja yang harus dilaporkan dan tidak perlu dicantumkan.

Bahkan, boleh jadi ada yang tahu bahwa harta tersebut perlu ditulis dalam lapor SPT tahunan tapi bingung itu masuk dalam kategori apa.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved