Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Lapas Narkotika Kelas IIA Gelar Peringatan Isra Mi'raj, Ustaz Salahudin: Jaga Salat Lima Waktu

Salat mengajarkan tentang kedisplinan waktu, siapa yang selalu mengajarkan salat pasti dia tidak akan pernah melakukan korupsi waktu.

Editor: Tedja Pramana
Istimewa
Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW di Lapas Narkotik Kelas IIA Pangkalpinang diisi oleh Ustaz Salahudin Lc, Kalapas hingga warga binaan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang memperingati Isra Mi'aj Nabi Muhammad SAW 1443 H.

Acara tersebut dihadiri langsung Kalapas, Ustaz Salahudin Lc, pejabat, JFT, JFU, warga binaan di Masjid Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang pada Sabtu (12/3/2022).

Kalapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Hardono mengatakan, dengan memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, dapat mengambil hikmah dan mengetahui peristiwa tersebut.

"Saya berharap minimal mengetahi apa itu Isra Mi'raj, sehingga kita menerima perintah salat dan sampai saat ini tentunya kita diberikan kemampuan untuk melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, sabar, serta tawakal," kata Sugeng Hardono

Sementara Ustaz Salahudin Lc yang merupakan pengajar sekaligus pengisi kajian tetap, dalam tausyiahnya membahas mengenai perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam mendapatkan perintah untuk melaksanakan salat.

"Tujuan dari adanya Isra Mi'raj ini, yakni sebagai penghibur bagi Baginda Rasulullah yang sedang mengalami masa kesedihan dengan meninggalnya Khadijah istrinya serta pamannya, yaitu Abu Thalib," ujarnya

Ia juga menjelaskan salat mengajarkan tentang kedisplinan waktu, siapa yang selalu mengajarkan salat pasti dia tidak akan pernah melakukan korupsi waktu.

"Salat merupakan amalan yang diperintahkan secara langsung oleh Allah SWT kepada Rasulullah ketika beliau melakukan perjalanan. Oleh karena itu kita harus menjaga salat lima waktu karena itu adalah kewajiban kita semua," jelas Ustaz Salahudin Lc,

Selanjutnya Ustaz Salahudin Lc mengingatkan kepada seluruh masyarakat di dalam Lapas maupun di luar tetap menjaga salat, terutama menghindari dari perbuatan yang keji dan mungkar.

"Mari kita bersama-sama menjalan Salat lima waktu, karena Salat itu adalah amal pertama yang dihisab oleh Allah SWT dan juga bentuk dialog kita antara hambanya dengan Allah," lanjutnya

Oleh karena itu, harusnya salat itu dilakukan dengan Tuma'ninah dan tidak tergesa gesa, ikhlas serta khusyu.

(Bangkapos.com/Adi Saputra)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved