Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Ribuan Warga Antre Beli Paket Bahan Pokok di Polres Basel, Ada yang Antre 4 Jam Tapi Tak Kebagian

Bahkan ada ibu-ibu yang mulai mengantre sejak pukul 05.00 WIB. Padahal pasar murah baru dibuka sekitar pukul 10.00 WIB.

Penulis: Yuranda | Editor: Novita
Bangkapos.com/Yuranda
Ribuan warga di Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, dan sekitarnya, antre untuk membeli paket bahan pokok di Polres Bangka Selatan, Rabu (16/3/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pada Rabu (16/3/2022) sejak pukul 06.00 WIB, di pintu masuk kantor Polres Bangka Selatan terlihat antrean panjang sekitar 1,2 kilometer.

Ribuan warga yang didominasi ibu-ibu itu, terlihat antre untuk mendapatkan paket bahan pokok murah seharga Rp95 ribu dalam kegiatan pasar murah.

Pasar murah dilaksanakan Polres Bangka Selatan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangka Selatan dan Bulog Bangka Belitung. Sebanyak 1.000 paket bahan pokok disediakan di pasar murah.

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, ibu-ibu di Kecamatan Toboali, Bangka Selatan dan sekitarnya, terlihat antre.

Bahkan ada ibu-ibu yang mulai mengantre sejak pukul 05.00 WIB. Padahal pasar murah baru dibuka sekitar pukul 10.00 WIB.

Sejumlah warga yang ikut antre, ada yang tidak mendapatkan kupon untuk membeli paket bahan pokok.

Novia (61) warga Ampera, Kelurahan Toboali, Bangka Selatan, merasa kecewa lantaran tidak mendapatkan kupon yang disediakan untuk membeli paket bahan pokok di pasar murah.

"Iya, saya sudah antre dari pukul 06.00 WIB. Tapi tidak mendapatkan kupon yang digunakan untuk membeli bahan pokok seharga Rp95 ribu," kata Novia di sela-sela antrean, Rabu (16/3/2022).

Dirinya sangat berharap kepada pemerintah daerah agar secepatnya menyelesaikan permasalahan tersebut. Lantaran minyak goreng ini merupakan kebutuhan pokok rumah tangga.

"Saya sudah 4 jam mengantre tapi tidak dapat. Apapun ditinggal di rumah demi minyak goreng, " ujarnya.

Sementara itu, Sulaiha (29), warga Desa Rias, Bangka Selatan, merasa senang lantaran mendapatkan minyak goreng yang sudah lama langka beberapa minggu belakangan ini.

"Sangat senang lah, karena mendapat dua liter minyak goreng, gula satu kilogram dan satu karung 5 kilogram beras," kata Sulaiha.

Pedagang gorengan ini sempat berhenti berjualan selama dua hari lantaran susah mencari minyak goreng yang dibutuhkan untuk membuat gorengan.

"Harga goreng normal Rp1.000, tidak naik. Cuma ukurannya diperkecil. Sempat berhenti dua hari karena tidak ada minyak goreng," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Disperindag Bangka Selatan, Toni Pratama, mengatakan, operasi pasar murah dilaksanakan Polres Bangka Selaran, sekitar pukul 10.00 WIB.

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan bekerja sama Polres Bangka Selatan dan Bulog Bangka Belitung menyediakan 1.000 paket.

"Paket bahan pokok berisi beras ukuran lima kilogram, minyak goreng dua liter dan gula satu kilogram dengan harga Rp95 ribu," kata Toni. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved