Breaking News:

tribunners

Rimbawan Menjaga Lingkungan

Isu lingkungan hidup menjadi isu yang krusial terhadap kondisi lingkungan hidup yang ada di Indonesia

Editor: suhendri
Rimbawan Menjaga Lingkungan
ISTIMEWA
Ade Irma Sembiring, S.Hut. - Penyuluh Kehutanan Muda UPTD KPHP Sigambir Kotawaringin

MUNGKIN sebagian kita sudah mendengar kata rimbawan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata tersebut memiliki makna ahli kehutanan atau pencinta hutan. Dari penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa rimbawan merupakan seseorang yang mempunyai profesi pengelolaan hutan atau orang yang selalu memainkan peran dalam kegiatan pengelolaan hutan kearah kelestarian. Rimbawan juga dapat dianggap sebagai pengawal atau pengawas kekayaan negara berupa sumber kekayaan hutan.

Cikal bakal lahirnya hari Bakti Rimbawan, 16 Maret 1983 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto yaitu dilatarbelakangi pemecahan beberapa departemen kementerian pada masa pembentukan Kabinet Pembangunan IV. Hal ini dimaksudkan agar dapat dikelola lebih intensif.
Salah satu departemen yang mengalami pemekaran yakni Departemen Kehutanan yang semula berada di bawah naungan Departemen Pertanian. Momentum inilah yang kemudian ditetapkan menjadi peringatan Hari Bakti Rimbawan.

Kurun waktu hampir empat dekade memang belum bisa dianggap mewakili panjangnya sejarah pengelolaan hutan di negeri ini sejak zaman pendudukan penjajah. Namun, bilangan 39 tahun juga tidak bisa dianggap singkat mengingat telah begitu banyak kebijakan silih berganti yang mewarnai kehutanan.

Dari era sentralisasi hingga otonomi daerah, dari pengelolaan yang bersifat top-down kepada pengelolaan yang bersifat partisipatif, dari paradigma State Based Forest Management ke paradigma Community Based Forest Management, kesemuanya melahirkan polemik yang tidak bisa diselesaikan semata-mata dengan kiat praktis dan pragmatis.

Isu lingkungan hidup menjadi isu yang krusial terhadap kondisi lingkungan hidup yang ada di Indonesia. Mulai dari kerusakan alam/deforestasi, kualitas udara, perubahan iklim, emisi karbon, dan zat-zat fosil hewan mati.

Selama masa pandemi Covid-19, kualitas lingkungan mengalami peningkatan, salah satunya kualitas udara. Hal ini disebabkan adanya pembatasan berbagai aktivitas masyarakat dan juga industri. Selain kualitas udara yang membaik, kelestarian lingkungan hidup perlu diperhatikan terhadap penanggulangan deforestasi menjadi reforestasi hutan di wilayah Indonesia.

Hutan menjadi peranan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kehidupan makhluk hidup. Selain sebagai kehidupan, peranan lainnya tak kalah penting dalam penyediaan berbagai sumber kehidupan seperti, penghasil oksigen, tempat berkembangnya tumbuhan dan hewan, serta sebagai penyeimbang kehidupan.

Laju deforestasi mengalami peningkatan di awal tahun 2011-2012 hingga mengalami naik-turun di setiap tahunnya. Di masa pandemi Covid-19 ini laju deforestasi menurun 75,03 persen tahun 2019-2020 (menurut data yang dikeluarkan oleh Ditjen PKTL KLHK). Ini merupakan angka yang sangat signifikan dalam melakukan upaya menjaga dan menanggulangi hutan di Indonesia.

Penurunan angka deforestasi ini merupakan upaya yang telah dilakukan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap pengurangan deforestasi, tata kelola hutan, pengendalian kebakaran hutan, dan menjaga hutan lindung permanen. Upaya yang dilakukan ini sebagai salah satu sumber dalam penurunan emisi karbon serta menjaga hutan lindung yang ada di Indonesia.

Sikap kepedulian terhadap lingkungan hidup harus terus dilakukan dengan menjaga lingkungan, menanam pohon, serta menjaga kelestarian lainnya. Hal inilah yang menjadi tugas dari para rimbawan untuk melakukan peyadartahuan dan pembinaan yang berkelanjutan bagi masyarakat sehingga bersama dengan masyarakat kita bahu-membahu memperbaiki kondisi lingkungan kita menuju masa new normal.

Para rimbawan sudah seharusnya dengan giat mengajak masyarakat tentang kepedulian terhadap lingkungan. Upaya menjaga kelestariaan lingkungan sudah saatnya dilakukan dari sekarang untuk generasi yang akan datang.

Dalam rangka memperingati hari jadi Bakti Rimbawan yang ke-40 ini merupakan momentum untuk para rimbawan untuk terus giat dalam melestarikan lingkungan terkhusus hutan, maha taman tempat kita bekerja sehingga terwujud masyarakat yang sejahtera dan hutan tetap lestari. Salam Rimba! (*)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved