Breaking News:

Tribunners

Kesantunan Berbahasa dalam Grup WhatsApp

Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling efektif untuk menyampaikan pesan, ide, perasaan kepada orang lain

Editor: suhendri
Kesantunan Berbahasa dalam Grup WhatsApp
ISTIMEWA
Sutriyatin, S.Pd. - Guru SMA Negeri 1 Mendo Barat

SAAT ini telepon genggam merupakan alat komunikasi yang tidak asing lagi baik bagi anak-anak maupun orang tua. Dengan telepon genggam kita dapat ber komunikasi dengan cara telepon, SMS, WhatsApp (WA), dan lain-lain. WhatsApp merupakan cara komunikasi yang cepat, mudah, dan murah sehingga WhatsApp ini banyak digunakan di grup-grup. Misalnya grup profesi, grup anak sekolah, grup pengajian, grup alumni, grup RT, dan lain-lain.

Dalam ber komunikasi dalam grup WA tentunya digunakan medium bahasa. Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling efektif untuk menyampaikan pesan, ide, perasaan kepada orang lain. Bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi berisi tentang kaidah yang mengatur cara orang bertutur agar hubungan interpersonal dengan para pemakainya terpelihara.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam ber komunikasi secara implisit terdapat aturan bagaimana penutur harus berperilaku dan bagaimana penutur harus memperlakukan mitra tuturnya. Dalam realisasinya kaidah ber bahasa selalu melibatkan beberapa aspek, yaitu aspek linguistik dan aspek ekstra linguistik, eksplisit dan implisit, konteks secara keseluruhan. Adapun konteks tersebut meliputi apa, siapa kepada siapa, serta bagaimana hubungan siapa kepada siapa.

Tuturan dikatakan santun apabila mematuhi prinsip-prinsip kesantunan. Prinsip kesantunan yang sampai saat ini dianggap paling lengkap adalah prinsip kesantunan apabila mematuhi prinsip-prinsip kesantunan, yakni ada enam maksim yaitu maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim simpati.

Maksim kearifan menggariskan bahwa setiap peserta pertuturan untuk meminimalkan kerugian orang lain dan memaksimalkan keuntungan bagi orang lain. Lebih lanjut dijelaskan bahwa tuturan yang makin panjang dianggap tuturan yang lebih santun. Tuturan yang santun juga ditandai dengan tuturan yang tidak langsung.

Maksim kedermawanan berprinsip buatlah keuntungan diri sendiri sekecil mungkin dan buatlah kerugian diri sendiri sebesar mungkin menyebut maksim ini dengan istilah maksim penerimaan. Dengan kata lain bahwa dalam maksim kedermawanan penutur mau merugi kepada mitra tutur.

Maksim pujian berprinsip kecamlah orang lain sedikit mungkin dan pujilah orang lain sebanyak mungkin, atau dengan kata lain kurangi cacian pada orang lain dan tambahi pujian pada orang lain.

Maksim kerendahan hati berprinsip kurangi pujian pada diri sendiri dan tambahi cacian pada diri sendiri. Maksim ini dengan istilah maksim kerendahan hati. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam maksim ini setiap peserta tuturan untuk memaksimalkan ketidakhormatan pada diri dan meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri.

Maksim kesepakatan berprinsip usahakan agar meminimalkan ketidaksesuaian antara diri sendiri dan orang lain dan usahakan agar kesesuaian antara diri sendiri dan orang lain terjadi sebanyak mungkin.

Maksim simpati berprinsip kurangi antipati antara diri sendiri dan orang lain dan perbesar simpati antara diri sendiri dan orang lain. Dalam maksim simpati dijelaskan bahwa penutur wajib memberikan ucapan selamat apabila mitra tutur mendapat keuntungan atau kebahagiaan, dan menyampaikan rasa duka atau belasungkawa apabila mitra tutur mendapat musibah atau kesulitan.

Keenam maksim tersebut adalah maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, maksim simpati dan maksim pujian. Pematuhan terhadap maksim-maksim tersebut berdampak pada hubungan yang harmonis antaranggota grup. (*)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved