Berita Bangka Tengah
Pelajar SMKN 2 Koba Latih Kesadaran Budaya lewat Permainan Tradisional
Menurut seorang siswa bernama Supriyadi, pembelajaran seperti ini memberinya banyak ilmu, terutama dalam hal komunikasi.
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Novita
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Puluhan peserta didik SMKN 2 Koba melaksanakan kegiatan pembelajaran di luar sekolah untuk melatih kesadaran budaya lewat permainan tradisional.
Pada Rabu (16/3/2022) siang, siswa-siswi kelas XI jurusan Manajemen Perkantoran SMKN 2 Koba, mengikuti proses pembelajaran kehumasan dengan materi komunikasi efektif lewat kearifan lokal permainan tradisional, di Pantai Arung Dalam, Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
Keseruan tergambar di wajah para siswa yang sedang asyik memainkan sejumlah permainan tradisional.
Bal tampa, permainan patok ayam, permainan bilun, cam-cam kurimbat, pangkak biji karet, jamsut, dan engklek, merupakan sederet permainan tradisional yang dimainkan hingga membuat keringat mereka bercucuran.
Menurut seorang siswa bernama Supriyadi, pembelajaran seperti ini memberinya banyak ilmu, terutama dalam hal komunikasi.
Misalnya lewat permainan bal tampah. Zaman dahulu, tampah biasanya digunakan sebagai wadah untuk meletakkan makanan dalam acara kebudayaan, seperti nganggung dan lain sebagainya.
"Ternyata melalui media tampah ini, juga bisa dijadikan sebagai alat permainan yang seru. Dengan berebut bola lewat tampah dan memasukkan ke gawang lesung, menjadikan tantangan permainan yang membuat adrenalin naik turun," tututr Supriyadi.
Dirinya pun merasa bangga karena Pulau Bangka memiliki banyak permainan tradisional yang unik, kreatif dan inovatif, yang dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran.
Hal senada juga disampaikan siswa bernama Selfi. Dia mengatakan, kegiatan pembelajaran berbasis permainan ini membuat ia dan teman-temannya lebih paham tentang materi komunikasi.
"Kami jadi lebih paham tentang hambatan yang terjadi dalam komunikasi, pentingnya umpan balik dalam berkomunikasi, adanya emosi dan egoisme antar indivudu yang menjadikan sulitnya mencapai suatu kesepakatan dan tujuan," kata Sefi.
Sementara itu, Guru Mata Pelajaran Humas SMKN 2 Koba, Ardian Sufandi, mengatakan, lewat pembelajaran yang dikaitkan dengan permainan tradisional, diharapkan peserta didik mampu berkomunikasi dengan bebas dan tidak kaku.
"Karena jika pembelajaran hanya berbasis teori di dalam kelas, maka banyak siswa yang tidak bergairah dan bersemangat," kata Ardian kepada Bangkapos.com, Kamis (17/3/2022).
Tidak hanya itu, menurutnya, pembelajaran seperti ini juga dimaksudkanagar para siswa tahu dan bisa melestarikan permainan tradisional yang belum pernah mereka mainkan sebelumnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220317-pelajar-smkn-2-koba-memainkan-permainan-tradisional-di-pantai-arung-dalam-koba.jpg)