Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tak Ada Lagi HET Minyak Goreng Kemasan, Jika Ada Stok Ritel di Bangka Belitung Boleh Sesuaikan Harga

Pemerintah mencabut aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng. Harga minyak goreng di sejumlah minimarket

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Sela Agustika
Minyak goreng yang dijual di Transmart Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Pemerintah mencabut aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng. Harga minyak goreng di sejumlah minimarket dikembalikan normal sebelum aturan HET tersebut.

Pemerintah Indonesia memutuskan mengembalikan harga minyak goreng kemasan ke pasar. Itu berarti tidak ada lagi minyak goreng kemasan berharga murah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tarmin menyebut, mulai hari ini sejumlah pengusaha di Bangka Belitung sudah bisa menerapkan harga sesuai harga pasar tersebut.

Dia menegaskan, usai pemerintah memutuskan hanya mensubsidi minyak goreng curah, harga minyak goreng dalam kemasan diperkirakan bakal langsung naik mengikuti tren harga minyak sawit dunia atau CPO.

"Mulainya kapan itu tergantung pengusaha itu sendiri, kemungkinan kalau stoknya sudah masuk lagi bisa langsung menerapkan harga itu. Supermarket kemungkinan besar hari ini akan mendapatkan harga baru dari semua produsen. Harga baru itu kemungkinan dekat-dekat Rp 23.000 sampai Rp 24.000 per liter, yang kemasan ini tidak lagi Rp 14.000," jelas Tarmin kepada Bangkapos.com, Kamis (17/3/2022).

Baca juga: Pemerintah Cabut HET Tak Lagi Dijual Harga Subsidi, Stok Minyak Goreng di Pangkalpinang Masih Kosong

Baca juga: Alhamdulillah Provinsi Bangka Belitung dapat Tambahan Kuota Gas LPG 3 Kilogram 400.000 Tabung

Dia berharap, pasokan minyak goreng dari produsen dan distributor akan kembali normal seiring dengan dicabutnya kebijakan harga eceran tertinggi atau HET tersebut.

"Melalui keputusan ini, pemerintah berharap minyak goreng dapat kembali tersedia dengan normal di pasar modern maupun tradisional. Semoga setelah ini tidak lagi tersendat stoknya, mulai hari ini kalau sudah ada stoknya silahkan jualan dengan harga yang menyesuaikan harga pasar," sebutnya.

Baca juga: Komoditas Perkebunan Kelapa Sawit di Bangka Belitung Menjadi Andalan Setelah Lada dan Karet

Kata Tarmin, dengan penyesuaian harga ini juga diharapkan sejumlah jenis-jenis minyak goreng yang hilang di pasaran bisa kembali muncul.

"Seperti jenis minyak goreng Filma, SunCo, Bimoli, Sania, dan banyak lagi itu semenjak kelangkaan ini menghilang di pasaran. Nah semoga setelah ini muncul lagi dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," bebernya.

"Kita tetap akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat apapun itu dan kita yakin itu juga terbaik untuk masyarakat," kata Tarmin.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved