Ternyata Ini Makna Tanda Merah yang Kerap Kali Ada di Dahi Wanita India
Tanda merah pada dahu wanita India ternyata bukanlah sebagai hiasan wajah saja, tapi memiliki makna yang sangat dalam. Ini penjelasannya
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Alza Munzi
BANGKAPOS.COM - Setiap kali melihat serial Bollywood di layar kaca, pasti akan sangat mudah menemukan orang India mengenakan tanda merah di dahinya.
Ternyata penggunaan tanda merah ini biasa digunakan oleh warga India yang menganut agama Hindu.
Bukan hanya sebagai hiasan wajah, ternyata tanda merah pada dahi ini sarat akan makna.
Tanda merah ini biasa disebut dengan kungumum, biasanya di kenal juga sebagai pottu, bindi atau tilak.
Pottu memiliki arti 'titik' dalam bahasa Tamil, namun secara asasnya Pottu memiliki dua jenis.
Yang pertama adalah kungumum pottu, yakni tanda yang berwarna merah ataupun maroon.
Yang kedua adalah santhanam pottu, yakni tanda berwarna kuning ataupun orange.
Santhanam pottu biasa terbuat dari serbuk kayu cendana.
Sedangkan kungumum yaitu serbuk berwarna merah yang salah satu caranya pembuatannya berasal dari hasil campuran kunyit dan perasan jeruk limau.
Baca juga: MotoGP Mandalika, Indonesia Menjadi Legenda Dunia
Campuran kedua bahan ini nantinya akan berubah warna menjadi warna merah setelah dikeringkan.
Baca juga: Pantes Auto Kaya, Ternyata Begini Cara Doni Salmanan Menguras Duit Member Binary Option Quotex
Sejak kapan kungumum pottu mulai digunakan?
Pada zaman dulu, kungumum dibuat dari bunga saffron.
Namun harga bunga saffron yang semakin melambung tinggi, sehingga alternatifnya yakni dengan menggunakan serbuk kunyit.
Penggunaan kungumun pottu pada wanita India bermula sejak era Ramayana/Mahabharata.
Hingga kini, penggunaan pottu telah menjadi sebuah tradisi turun temurun oleh masyarakat Hindu India.
Kungumum merupakan sebuah simbolik kepada Dewa Sakhti.
Sakhti sendiri memiliki makna keberanian dan kekuatan, tergambar dari warnanya yakni berwarna merah.
Jika dilihat dari segi pemakaiannya, pottu biasa digunakan di dua titik.
Yakni di tengah-tengah antara alis yang berbentuk titik dan juga di tengah dahi yang bentuknya agak memanjang sedikit.
Ini dapat digunakan baik oleh perempuan maupun laki-laki.
Lantas kenapa harus diletakan di tengah-tengah antara alis dan juga di dahi?
Hal ini lantaran titik tersebut merupakan lokasi titik ajna cakra atau lebih dikenal dengan mata ketiga.
Lokasi kedua penggunaan pottu yakni di atas dahi, tepatnya pada ujung belahan rambut.
Pemakaian di titik ini hanya dipergunakan oleh golongan wanita yang telah menikah dan memiliki suami.
Selain itu, titik lokasi ini memiliki makna cinta sejati dan kesejahteraan hidup.
Sedangkan jika dilihat dari sudut spiritual atau rohani.
Pemakaian pottu di titik ini dapat meningkatkan daya konsentrasi seseorang, selain itu juga dapat menarik energi-energi positif.
Kungumum diyakini dapat melindungi pemakainya dari hal-hal negatif atau hal-hal jahat dari orang lain.
Jika dilihat dari segi kesehatan akupuntur.
Titik peletakan putto ini dikenal dengan nama yintang.
Di mana jika tekanan saat meletakan putto ini tepat, dipercaya dapat memperbaiki fungsi kelenjar pituatari.
Yakni dapat mengatur penghasilan seks pada wanita dengan baik.
Oleh karenanya, putto hanya diperbolehkan bagi wanita India yang telah menikah dan memiliki suami.
Kungumum pottu digunaan saat setelah selesai mandi, sebelum melakukan upacara sembahyang.
Kungumum pottu dapat digunakan bersamaan dengan santhanam pottu.
Santhanam pottu atau serbuk kayu cendana ini memiliki elemen menyejuk
Dan juga dipercaya apabila kedua jenis bahan ini digunakan secara bersamaan, maka dapat menyeimbangkan suhu tubuh.
Terdapat pula tradisi yang telah terjadi secara turun-temurun.
Wanita yang telah menikah dan memiliki suami digalakan untuk memberikan serbuk kungumum kepada tamu wanita yang juga telah menikah dan memiliki suami.
Gunanya yakni sebagai simbolik keberkatan hubungan suami istri bagi penerimanya.
(Bangkapos.com/Fitri Wahyuni)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220317-india-xk.jpg)