Breaking News:

Militer dan Kepolisian

Diklaim Putin Tak Terkalahkan, Inilah Kecanggihan Rudal Maut Kinzhal 'Si Belati' Andalan Rusia

Rudal ini memiliki kemampuan melakukan manuver untuk mengelak di setiap tahap penerbangannya mengindari sistem rudal pertahanan udara

Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
TASS/ALEXEI NIKOLSK
Jet tempur Mikoyan MiG-31 membawa rudal penjelajah Kinzhal 

BANGKAPOS.COM-Rusia mengerahkan senjata strategis barunya, Kh-47M2 Kinzhal (belati) dalam perang dengan Ukraina

Rudal hipersonik Kinzhal ini ditembakkan ke Ukraina pada Jumat (18/3/2022).

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, rudal tersebut menyasar tempat penyimpanan senjata di Ukraina barat.

"Sistem rudal Kinzhal dengan rudal aeroballistik hipersonik menghancurkan gudang bawah tanah besar yang berisi rudal dan amunisi penerbangan di desa Deliatyn di wilayah Ivano-Frankivsk", kata kementerian itu.

Deliatyn merupakan desa di kaki pegunungan Carpathian yang indah, terletak di luar kota Ivano-Frankivsk.

Adapun wilayah Ivano-Frankivsk berbagi perbatasan sepanjang 50 kilometer dengan Romania yang merupakan anggota NATO.

Kh-47M2 Kinzhal
Kh-47M2 Kinzhal (airspace-review.com)

Dilansir dari aispace-review.com, Kinzhal merupakan rudal udara ke darat hipersonik yang memiliki kecepatan 10 Mach, dengan jangkauan diklaim lebih dari 2.000 km.

Rudal ini memiliki kemampuan melakukan manuver untuk mengelak di setiap tahap penerbangannya mengindari sistem rudal pertahanan udara lawan yang coba mencegatnya.

Kinzhal dapat membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir.

Sebagai platform peluncurannya dari pembom strategis Tu-22M3 atau jet pencegat MiG-31K.

Rudal maut ini mulai beroperasi pada Desember 2017 dan merupakan salah satu dari enam senjata strategis baru Rusia yang diresmikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada 1 Maret 2018.

Berdasarkan sejarah operasionalnya, dilaporkan pada Mei 2018 sepuluh jet MiG-31K mulai berlatih dalam tugas tempur eksperimental mengusung Kinzhal.

Selanjutnya, pada Desember 2018 pesawat yang dipersenjatai dengan rudal Kinzhal telah melakukan 89 serangan mendadak di atas Laut Hitam dan Laut Kaspia.

Peluncuran pertama Kinzhal di wilayah Kutub Utara terjadi pada pertengahan November 2019 yang diberitakan oleh kantor berita TASS.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved