Breaking News:

Lagi, Seorang Jenderal Rusia Kembali Terbunuh, Perwira Tinggi Kelima Korban Invasi ke Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Ukraina melakukan banyak kejahatan selama panggilan telepon pada Jumat (18/3/2022) malam dengan Presiden ...

AP PHOTO/SERHII NUZHNENKO
Seorang pria bersenjata berdiri di dekat sisa-sisa kendaraan militer Rusia di Bucha, dekat ibu kota Kyiv, Ukraina, Selasa (1/3/2022). 

BANGKAPOS.COM -- Presiden Vladimir Putin kembali kehilangan panglima tertinggi lainnya.

Hal itu diketahui setelah Pemerintah Ukraina pada Sabtu (19/3/2022) mengklaim seorang jenderal Rusia kembali terbunuh di sebuah lapangan terbang di luar Kherson, tepatnya di Krimea utara.

Disebutkan, dia menjadi perwira tinggi kelima yang terbunuh sejak invasi Rusia dimulai pada 24 Februari 2022.

Perlawanan yang sangat berhasil berhasil menghentikan pasukan Rusia di luar Kviv dan beberapa kota lain di timur.

Kementerian Pertahanan Inggris, Sabtu (19/3/2022) mengatakan Rusia dipaksa untuk mengubah pendekatan operasionalnya dan sekarang sedang mengembangkan strategi baru.

Baca juga: AS Marah Besar Gegara Rusia dan China Memperkuat Hubungan

Baca juga: Pakai Dress Bolong-bolong, Tante Ernie Bikin Fansnya Kelimpungan, Speechless Bro!

Baca juga: Armand Hartono, Si Anak Bos BCA dan Djarum, Bandingin Gayanya Sama Indra Kenz & Doni Salmanan

Baca juga: Inilah Makam Istri Nabi Adam, Siti Hawa yang Panjangnya Capai 80 Meter di Jeddah, Arab Saudi

Baca juga: Mendag Lutfi Bingung Minyak Goreng Mendadak Melimpah : Barang Ini dari Mana Tiba-tiba Keluar Semua

“Kemungkinan, Rusia akan menggunakan penggunaan senjata secara tepat yang mengakibatkan korban sipil,” demikian peringatannya.

Tank Rusia dihancurkan oleh pasukan Ukraina di Luhansk.
Tank Rusia dihancurkan oleh pasukan Ukraina di Luhansk. (GETTY IMAGES via BBC INDONESIA)

Dilansir AFP, seperti dalam negosiasi sebelumnya, hanya sedikit kemajuan dalam membahas senjata.

Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Ukraina melakukan banyak kejahatan selama panggilan telepon pada Jumat (18/3/2022) malam dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Namun, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss menuduh Moskow menggunakan pembicaraan itu sebagai layar secepatnya.

Truss mengatakan Rusia telah melakukan kejaman yang mendatangkan bencana.

Dia menyatakan masih tidak yakin, pembicaraan damai akan menghasilkan terobosan baru.

Dalam panggilan telepon ke Kanselir Jerman Olaf Scholz, Putin menuduh Ukraina menunda pembicaraan dengan mengajukan proposal yang tidak realistis.

Baca juga: Aksi Ritual Rara, Si Pawang Hujan di MotoGP Mandalika, Ternyata Kerap Mengawal Event Presiden Jokowi

Baca juga: 5 Doa Mujarab saat Sedang Patah Hati, Bisa Bikin Hati Lebih Tenang

Baca juga: Kiwil Ogah Sia-siakan Ketampanannya, Kini Berani Ungkap Niat Poligami ke Istri

Baca juga: Ketika Amanda Manopo Lantunkan Sholawat, Suaranya Merdu dan Totalitas Perankan Andin Tuai Pujian

Rusia ingin Ukraina melucuti senjata dan menolak semua aliansi Barat, khususnya dengan bergabung dengan NATO atau mencari interaksi yang lebih erat dengan Uni Eropa.

Langkah yang menurut Kiev akan mengubahnya menjadi bawahan Moskow.

Negosiator utama Rusia mengatakan Moskow dan Kiev telah membawa posisi sedekat mungkin pada proposal agar Ukraina menjadi negara netral.

Tetapi Mikhailo Podolyak, penasihat Zelensky yang ikut serta dalam negosiasi, mengatakan posisi negaranya tidak bergeming dengan tuntutan sebelumnya.

Swiss mengatakan meskipun netralitasnya sudah berlangsung lama, akan menjatuhkan sanksi yang sama terhadap Rusia seperti halnya Uni Eropa.

(*/)

Baca juga: Harga Terbaru Minyak Goreng di Alfamart dan Indomaret, Ini Daftarnya

Baca juga: Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie? Pengadilan Agama Jelaskan Ini, Pengakuan sang Artis Disorot

Baca juga: Kebohongan Indra Kenz Terungkap saat Dipenjara, Mobil Mewah Sekelas Lamborghini ternyata Cuma Tipuan

Baca juga: Pembalap MotoGP Nekat Bonceng 3 di Lombok, Malah Syok Lihat Kerbau Nyebrang Jalan: Mau ke Sirkuit?

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved