Breaking News:

Sempat Jadi Guru Honorer, Inilah Karier dan Kekayaan Ketua MK Anwar Usman si Calon Adik Ipar Jokowi

Saat merantau ke Jakarta, Ketua MK Anwar Usman dulu menerima tawaran menjadi guru honorer di SD Kalibaru. Kini Kekayaannya Rp26,4 M (LHKPN Maret 2021)

Editor: Dedy Qurniawan
TRIBUNNEWS
Profil Biodata Ketua MK Anwar Usman 

BANGKAPOS.COM - Tak banyak yang tahu jika Ketua Mahkamah Konsititusi (MK) Anwar Usman sempat jadi guru honorer di masa lalu.

Kini ia bakal jadi adik ipar Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Anwar Usman diketahui telah melamar Idayati adik Jokowi dan segera menikahinya pada 26 Mei 2022.

Karier Ketua MK Anwar Usman

Melansir laman mkri.id, Anwar Usman sendiri mengawali kariernya sebagai seorang guru honorer pada tahun 1975.

Ia kemudian terjun ke bidang hukum sehingga menjadi Hakim Konstitusi seperti sekarang.

Pria kelahiran 31 Desember 1956 ini diketahui pernah menikah dengan seorang perempuan bernama Hj. Suhada yang merupakan seorang bidan.

Anwar Usman dibesarkan di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: INILAH Almh Suhada Ahmad Sidik, Istri Ketua MK Anwar Usman Dulu Sebelum Meminang Idayati Adik Jokowi

Sedari kecil, Anwar Usman mengaku sudah terbiasa hidup mandiri.

Anwar Usman lulus dari SDN 03 Sila, Bima pada 1969, lalu meninggalkan desa dan orang tuanya untuk melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) selama 6 tahun hingga 1975.

Lulus dari PGAN pada 1975, anak dari Usman A. Rahim dan Hj. St. Ramlah ini kemudian merantau ke Jakarta dan menerima tawaran menjadi guru honorer di SD Kalibaru.

Dari sinilah ia memulai ketertarikannya pada dunia hukum, di mana Anwar Usman melanjutkan pendidikannya ke jenjang S1 dan memilih Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta.

Anwar Usman lulus pada 1984.

Ketua MK Anwar Usman menutup Sidang kelima perselisihan hasil Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (21/06/2019) sekitar pukul 22.30 WIB. Sidang berlangsung lebih dari 13 jam.
Ketua MK Anwar Usman menutup Sidang kelima perselisihan hasil Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (21/06/2019) sekitar pukul 22.30 WIB. Sidang berlangsung lebih dari 13 jam. (Kompas TV)

Kala itu Anwar Usman bercerita, teman-teman seangkatannya banyak yang melanjutkan pendidikan ke IAIN mengambil fakultas tarbiyah, fakultas syariah atau fakultas lainnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved