Virus Corona di Bangka Belitung
Bisnis PCR-Antigen Bakal Tumbang Secara Alami, Ini Penyebabnya
eiring adanya kebijakan tersebut nanti akan banyak bisnis pemeriksaan yang tutup dan kemungkinan terjadi seleksi alami, menyisakan beberapa saja.
Penulis: Andini Dwi Hasanah |
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tes PCR dan antigen tak lagi wajib di semua moda transportasi, asalkan sudah divaksinasi Covid-19 lengkap dan booster. Kebijakan tersebut diperkirakan berimbas pada bisnis penyedia layanan tes PCR dan antigen.
Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB) juga penerima Associate Wealth Manager, Ari Agung Nugroho menilai, seiring adanya kebijakan tersebut nanti akan banyak bisnis pemeriksaan yang tutup dan kemungkinan terjadi seleksi alami, menyisakan beberapa saja yang bertahan.
"Ya pasti akan drop ya kalau nggak diwajibkan. Merekakan selama ini dapat uangnya karena rente ekonomi diwajibkan PCR atau antigen ini. Ketika tidak diwajibkan pasti drop bisnisnya atau ada penurunan. Setelah terus menurun ini nanti pasti akan banyak yang tutup dan akan terjadi mungkin terjadi seleksi alami," kata Ari kepada Bangkapos.com, Rabu (23/3/2022).
Kemungkinan lanjut Ari, Laboratorium masih punya core bisnis utama yang masih dapat dikembangkan. PCR atau antigen tidak lagi menjadi bisnis yang berdiri sendiri. "Klinik dan semacamnya lah yang akan bertahan menyediakan jasa tes PCR dan antigen sebagai salah satu jenis pelayanan yang tersedia. Tapi yang utamanya itu laboratorium kembali fokus pada bidangnya masing-masing seperti MCU misalnya,"katanya.
Menurutnya, jaga pemeriksaan PCR dan Antigen hanya digunakan untuk kebutuhan peribadi sebatas skrining covid-19. Bukan lagi yang dibutuhkan oleh masyarakat. "Tidak hanya terbatas pada bisnis PCR dan Antigen saja tapi harus lebih mengembangkan bisnis utamanya atau menawarkan produk-produk sesuai pola kesehatan masing-masing," jelasnya.
Menurutnya dilonggarkannya kebijakan tersebut merupakan konsekuensi atas Indonesia yang akan menyambut endemi. "Karena kita sekarang sudah bergeser dari pandemi ke endemi, meskipun sudah dilonggarkan mestinya masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan kita harus optimis ekonomi semakin tumbuh positif meskipun ada beberapa yang tumbang," katanya.(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-baru.jpg)