Breaking News:

BKSDN Kemendagri Lakukan Rapat Koordinasi dengan Pemprov Bangka Belitung

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) dan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (B

Penulis: iklan bangkapos | Editor: nurhayati
Diskominfo Babel
Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) dan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (BSKDN Kemendagri RI) melakukan Rapat Koordinasi Hubungan Pusat dan Daerah Dalam Strategi Kebijakan Pemerintahan Dalam Negeri, di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Bangka Belitung, Kamis (24/3/2022).

Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah berharap agar para peserta dapat mengikuti kegiatan rapat ini dengan sebaik-baiknya, agar kebijakan-kebijakan atau strategi-strategi di dalam melakukan hubungan komunikasi antara pusat dan daerah dapat diimplementasikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

"Hari ini berbagai materi akan disampaikan oleh para narasumber dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, mudah-mudahan kita bisa cerna dan kemudian kita implementasikan di tataran kita di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kabupaten/kota se-Babel," kata Abdul Fatah.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Bangka Belitung, M Soleh, yang mewakili Gubernur Bangka Belitung, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Litbang di lingkup pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini sudah difokuskan pada potensi keunggulan daerah yang meliputi sektor pertambangan pertanian perikanan dan pariwisata.

"Selain fokus pada potensi keunggulan daerah, kegiatan kelitbangan juga menyasar pada sektor lain terkait isu strategis di daerah seperti pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Sebagai bagian penting dari perumusan kebijakan hasil kelitbangan telah menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan di daerah," terangnya.

Selain itu dalam konteks tanggung jawab ilmiah, output kelitbangan juga telah dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi.

Dijelaskannya, bahwa di bidang inovasi, Pemprov Bangka Belitung selain telah mendorong pelaksanaan berbagai inovasi agar penyelenggaraan pemerintahan daerah dapat dilakukan dengan cara inovatif, sekaligus mengupayakan agar inovasi tersebut dapat meningkatkan daya saing daerah dalam pencapaian target Pembangunan Daerah di era 4.0 dan tujuan pembangunan berkelanjutan saat ini capaian indeks daya saing daerah Babel mencapai skor tinggi, yakni peringkat 12 dari 31 provinsi.

"Dengan berbagai inovasi yang telah dilakukan pada penilaian indeks inovasi daerah Tahun 2021, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meraih peringkat 11 dengan predikat inovatif," kata Soleh.

Berbagai capaian itu diharapkan mampu menjadi motivasi bagi untuk meningkatkan daya saing daerah.

Untuk memperkuat hasil pencapaian inovasi ini ia mengajak pihak terkait bersama-sama membangun kerja sama dan jejaring melalui kerangka pentahelix.

"Saya sadar bahwa tanpa dukungan masyarakat dunia usaha dan industri perguruan tinggi serta media massa maka pencapaian untuk meningkatkan daya saing daerah akan sulit dicapai. Saya ingin memberi apresiasi kepada seluruh perangkat daerah baik di tingkat Pemprov Babel maupun kabupaten/kota yang telah berkontribusi dalam memperkuat fungsi kelitbangan di Babel. Kami memohon arahan dan dukungan dari BSKDN Kemendagri agar kinerja kelitbangan dan inovasi daerah kami semakin baik di masa yang akan datang," jelasnya.

Kepala BKSDN Kemendagri RI, Eko Prasetyanto Purnomo Putro mengatakan, berbagai masukan dan saran untuk perbaikan kebijakan-kebijakan sudah sangat diperlukan, artinya dengan badan ini diharapkan berbagai hal kebijakan yang telah, sedang, dan akan dilakukan akan menjadi lebih optimal dalam rangka mencapai tujuan kita bersama yang tertuang di dalam alinea ke empat Pembukaan UUD 1945 yaitu untuk menuju kesejahteraan umum.

"Melalui rapat ini, kemendagri juga mendorong bagaimana meningkatkan rasa kebangsaan, meningkatkan rasa cinta tanah air, dan meningkatkan pemahaman bagi ASN untuk selalu berorientasi pada pelayanan dengan menjadi ASN BERAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif)," ungkap Eko.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved