Jumat, 10 April 2026

Berita Pangkalpinang

Penghapusan PCR dan Antigen, Penumpang di Bandara Capai 3 Ribuan Per Hari

Sejak tanggal 8 Maret hingga 23 Maret 2022, total penumpang ada 43.120 dengan rata-rata per hari ada 3 ribuan penumpang.

Penulis: Cici Nasya Nita |
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Penumpang melakukan Check in di bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang, Kamis (24/3/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Para penumpang yang hendak bepergian dari dan ke Bangka Belitung tak perlu melampirkan negatif hasil tes PCR atau antigen bagi yang sudah vaksin dosis kedua.

Ketentuan baru ini mulai diberlakukan sejak Rabu (9/3/2022) kemarin, usai Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang menerima surat edaran dari pusat pada hari Selasa, (8/3/2022) siang.

Penghapusan syarat tes PCR dan Antigen untuk Covid-19 ini, berdasarkan hasil rapat terbatas serta evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersama Presiden Joko Widodo pada Senin (7/3/2022) kemarin.

Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Muhammad Adiwiyanto tak memungkiri diberlakukan ketentuan baru ini memang ada pengaruh untuk jumlah penumpang di bandara.

Terdata, sejak tanggal 8 Maret hingga 23 Maret 2022, total penumpang ada 43.120 dengan rata-rata per hari ada 3 ribuan penumpang.

"Hari ini kita ada 3 ribuan, memang ada pengaruh, sebelumnya sekitar 2 ribuan. Tetapi kita tidak tahu juga karena itu (ketentuan baru-red), atau karena ada Cheng Beng," kata Adiwiyanto, Kamis (24/3/2022).

Dia mengingatkan agar pelaku perjalanan mengisi e-HAC di Aplikasi PeduliLindungi pada H-1 keberangkatan, sebab e-HAC menjadi penting untuk syarat penerbangan.

"Nanti e-HAC itu menyatakan layak terbang atau tidak seseorang, kalau warna hijau itu layak terbang, kalau misalnya merah, harus dilaporkan ke KKP, sementara kalau hitam itu biasanya seseorang terpapar Covid-19," katanya.

Aplikasi PeduliLindungi milik orang terpapar Covid-19 yang berwarna hitam akan otomatis berubah atau dinyatakan sembug pada hari ke-11 ke depan, setelah melakukan karantina 10 hari.

"Nanti akan otomatis berubah di aplikasi dan maka bisa terbang, kalau positif tentu tak bisa terbang," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved