Breaking News:

Berita Bangka Tengah

13.000 Kilogram Limbah Medis dari Bangka Tengah Dikirimkan ke Semarang, Begini Alasannya

Sejak tahun 2021, pemerintah Kabupaten Bangka Tengah telah mengirimkan ribuan kilogram limbah medis ke Semarang, Jawa Tengah.

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
Tumpukan limbah medis yang ada di RSUD Bangka Tengah, Jumat (25/3/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejak tahun 2021, pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung telah mengirimkan ribuan kilogram limbah medis ke Semarang, Jawa Tengah.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Zulyan mengatakan, pengiriman limbah medis tersebut dilakukan dalam rangka pemusnahan melalui kerjasama dengan PT Artama Sentosa Indah, salah satu perusahaan di Semarang yang bergerak dalam bidang pengolahan limbah.

Menurut Zulyan, pihaknya mengirimkan limbah medis ke perusahaan tersebut karena biayanya lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pemusnahan di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang.

Diakuinya, Dinkes Bangka Tengah telah bekerja sama dengan PT Artma Sentosa Indah sejak tahun 2021 lalu dan telah lima kali mengirimkan limbah medis dengan total berat 13.538 kg.

"Akhir-akhir ini pengirimannya memang enggak terlalu banyak, berbeda dengan pengiriman yang awal-awal dulu yang jumlah sampahnya sangat banyak," kata Zulyan saat diwawancarai Bangkapos.com, Jumat (25/3/2022).

Baca juga: Perubahan Nomenklatur, Sejumlah OPD di Bangka Tengah akan Disatukan

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit Alami Penurunan, Hal Ini yang Jadi Penyebabnya

Ia mengatakan, pada pengangkutan yang pertama, pihaknya bisa mengirimkan sebanyak 3.525 kg. Sedangkan pengangkutan yang kedua sebanyak 6.495 kg.

Menurutnya, awal-awal pengiriman memang jumlahnya banyak, karena saat itu covid-19 sedang tinggi dan sampah yang dihasilkan pun kebanyakan adalah sampah baju hazmat/APD.

"Dulu kan nakes yang merawat pasien covid-19 harus menggunakan baju hazmat/APD dan kebanyakan sekali pakai langsung dibuang. Kalau sekarang kan enggak pakai lagi, jadi limbah-limbah medis yang dihasilkan paling hanya sisa-sisa dari kegiatan vaksinasi seperti jarum suntik dan lain sebagainya," ucapnya.

Zulyan menyebutkan, jumlah rata-rata limbah medis yang dihasilkan setiap puskesmas di Kabupaten Bangka Tengah adalah sebanyak 0,6 kg per bulan. Sementara dari RSUD Bateng mampu menghasilkan hingga 45 kg per bulan.

Baca juga: UPDATE, Tiga Pasien Covid-19 di Kabupaten Bangka Meninggal, 10 Terkonfirmasi dan 45 Sembuh

Baca juga: Harga Minyak Goreng di Indomaret dan Alfamart di Hari Ini, Termurah Bimoli

Menurut Zulyan, biasanya limbah medis itu dikumpulkan di satu tempat, yakni di tempat penyimpanan limbah yang ada di RSUD Bateng.

Barulah setelah 1-2 bulan, pihaknya akan menelpon petugas dari PT Artama Sentosa Indah untuk mengambil limbah tersebut.

"Untuk kapan waktu pengirimannya tidak pasti, pokoknya kalau sampahnya udah menumpuk, baru kami nelpon (petugas-red)," sambungnya.

Lebih lanjut, sebelum limbah medis itu diambil, pihaknya akan memastikan terlebih dahulu agar limbah itu tidak bercampur dengan jenis limbah lainnya, termasuk limbah covid-19.

"Untuk limbah covid-19 kami gunakan plastik sampah yang berwarna kuning, karena itu sesuai dengan permintaan dari pembeli," terangnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved