Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tak Melulu Berdampak Negatif, Pelaku Pariwisata Justru Temukan Sisi Positif Selama Pandemi Covid-19

Namun ia menyebut, selama pandemi, pelayanan kargo justru memberi dampak positif dan mendukung bisnis penerbangan.

Penulis: Sela Agustika | Editor: Novita
Tangkapan layar
GM Garuda Indonesia, Pangkalpinang, Benny Mapram (tengah), dan GM Fox Haris Bangka, Andi Grinaldi Mattineta, bersama host Bangka Pos Edy Yusmanto saat Dialog Ruang Tengah, Jumat (25/3/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pandemi Covid-19 yang sudah hampir dua tahun melanda Indonesia.

Kondisi tersebut membuat para pengusaha atau pelaku pariwisata melakukan berbagai inovasi baru agar tetap bertahan. Termasuk di sektor penerbangan dan perhotelan.

General Manager Garuda Indonesia, Pangkalpinang, Benny Mapram, mengaku, bisnis penerbangan menjadi satu di antara sektor yang sangat terdampak saat pandemi Covid-19 melanda.

Bahkan ia menyebut, berbagai syarat penerbangan selama pandemi Covid-19 harus dipenuhi pihak maskapai dan penumpang.

"Kita pihak maskapai Garuda merasakan sangat terdampak sekali saat awal pandemi Covid-19 melanda. Selain penumpang yang menurun, memang dengan adanya persyaratan yang harus dipenuhi tentunya ini juga membuat penumpang sedikit keberatan dengan adanya biaya tambahan, seperti swab, rapi, dan lainnnya," jelas Benny saat live Dialog Ruang Tengah Bersama Bangkapos.com, Jumat (25/3/2022).

Namun ia menyebut, selama pandemi, pelayanan kargo justru memberi dampak positif dan mendukung bisnis penerbangan.

"Jadi selama awal pandemi ini, walaupun penumpang hanya dalam hitungan 15 orang, tetapi kargo kita mencapai 10 ton dari biasanya hanya 4 ton. Ini tentunya dampak positif, bahkan kita juga saat itu menyesuai dengan jam kargo untuk keberangkatan," beber Benny.

Ia mengatakan, rata-rata isi kargo yang dikirimkan selama pandemi didominasi produk makan-makanan khas Bangka.

"Kargo ini naik hampir di semua daerah, terurama kemarin waktu imlek dan lebaran, yang mana rata-rata isi kargo kita dipenuhi makanan," tambahnya.

Ia menuturkan, upaya yang dilakukan pihaknya selama pandemi ini. Selain promosi, pihaknya juga saling berkoordinasi dengan pihak terkait agar tetap bertahan di tengah kondisi pandemi.

"Saat ini, kita lihat mulai terjadinya trafik peningkatan untuk jumlah penumpang dengan tidak adanya syarat PCR dan antigen. Semoga ke depan ini bisa terus meningkat dan masyarakat juga sudah menjalankan vaksinasi Covid-19 agar lebih aman dan nyaman selama perjalanan," tuturnya.

Dampak posotif selama pandemi juga dirasakan pelaku pariwista di bidang perhotelan. Selama pandemi Covid-19, berbagai kebiasaan higienis dengan mengutamakan kesehatan, menjadi hal yang diterapkan pihak perhotelan.

General Manager Fox Haris Bangka, Andi Grinaldi Mattineta, mengakui kesadaran kebersihan selama pandemi naik hingga 30 persen dari sebelumnya.

Ia menyebut, selama pandemi memang bisnis perhotelan ini terdampak, bahkan pihaknya pun sempat menutup akses perhotelan selama kurang lebih satu bulan.

"Di Pangkalpinang, dilihat 2020 pandemi datang, hampir 80 persen hotel tutup termasuk kita (Fox Haris) satu bulam tutup, melihat situasi kamar yang minim pengunjung. Namun saat ini okupansi hotel ini mulai kembaki naik hingga 40 persen untuk di Bangka Belitung," beber Andi.

Dia menyebut, berbagai inovasi juga dilakukan pihaknya untuk bertahan di tengah pandemi, dengan memanfaatkan digitalisasi melalui pelayanan antar makanan langsung ke rumah.

"Selama pandemi ini iita tidak hilang, tetapi tetap on dengan menfaatkan digital. Mulai dari menyediakam makanan dilevery, live musik online, dan sebagainya," ujarnya.

Ia berharap, dengan situasi saat ini bisa segera beralih dari pandemi menjadi endemi, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Kita berharap semua aktivitas bisa normal kembali. Kita pihal hotel sendiri menerapkan prokes, mulai dari pengunjung yang masuk harus scan aplikasi PeduliLindungi dan mulai kembalinya event-event dengan pengawasan. Tentunya kita ingin hotel ini menjadi langkah awal untuk menerapkan pandemi ini jadi endemi," tutur Andi. ( Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved