Katanya Setan Dibelenggu Tapi Masih Ada yang Maksiat Saat Puasa Ramadhan, Ini Kata Buya Yahya
Apakah setan benar-benar dibelenggu saat bulan puasa ramadhan, ini kata Buya Yahya.
Penulis: Widodo | Editor: Alza Munzi
BANGKAPOS.COM -- Apakah setan benar-benar dibelenggu saat bulan puasa Ramadhan?
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulia bagi umat Islam.
Di bulan tersebut umat muslim melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh.
Lalu terkait di bulan suci tersebut apa benar setan akan dibelenggu?
Hal ini memunculkan pertanyaan bagi banyak orang.
Pasalnya meskipun dibelenggu tetapi ada saja kemaksiatan yang terjadi.
Demikian ditanyakan oleh jemaah kepada Buya Yahya dalam suatu kesempatan.
Buya Yahya pun menjelaskannya sebagaimana dikutip Bangkapos.com dari video di kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 11 Mei 2019 lalu.
"Rasululah SAW menyebutkan di bulan Ramadhan, setan akan dibelengu.
Dalam hal ini ulama menjelaskan belengu setan ini bermacam versi," katanya.
Baca juga: Ceramah Buya Yahya, Begini Cara Istri Mengingatkan Suami yang Suka Main Judi
Terkait banyak orang yang masih bermaksiat menurutnya itu bukan lagi godaan setan.
Tetapi apa yang sudah dilatih oleh setan dari hawa nafsunya sebelum Ramadhan.
"Hawa nafsu sering melihat yang haram," kata Buya Yahya.
Dia mengatakan bahwa yang sangat sulit bagi manusia adalah melawan hawa nafsu.
"Para ulama menjelaskan setan dibelenggu di bulan Ramadhan itu maknanya apa? Godaan-godaan dikurangi," tutur Buya Yahya.
Baca juga: Apakah Seseorang Meninggal Pada Hari Jumat Disebut Husnul Khotimah, Ini Kata Buya Yahya
Jadi maknanya bukan setan yang wujud atau sering muncul sebagai sosok yang menakutkan, tetapi lebih bermakna pada godaannya terhadap manusia.
Misalnya adalah ketika ingin beribadah ke masjid saat bulan Ramadhan maka akan terasa lebih mudah dan bersemangat.
Kemudahan tersebut bisa tercipta sebab ada banyak orang yang turut beribadah kepada Allah, sehingga jika tarawih 20 rakaat saja pasti akan terasa ringan.
Selain tarawih, ketika ingin berpuasa juga pasti akan terasa sangat ringan sebab seluruh muslim di satu wilayah tempat tinggal pasti akan berpuasa.
Saat Ramadhan, toko makanan akan banyak yang tutup, bahkan bagi para pekerja akan sedikit dikurangi jam kerjanya.
Hal itu menunjukkan bahwa puasa yang dikerjakan pada bulan Ramadhan akan terasa mudah dan nyaman untuk dikerjakan.
Tidak hanya itu, saat Ramadhan orang akan merasa sulit untuk berbuat kejahatan karena dalam hatinya merasakan getaran iman yang begitu kuat.
"Maka, persiapan bulan ramadhan yang pertama adalah dengan hati.
Yang kami maksud dengan hati adalah baik kepada allah, rindu kepada allah," tutur Buya Yahya.
Setiap muslim juga harus meyakini dalam hati bahwa segala amal ibadah yang dikerjakan pada saat bulan Ramadhan akan mendapat pahala yang berlipat oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Maka segalanya harus dipersiapkan sejak awal, seperti menata hati agar selalu merasa rindu untuk terus menjalankan ibadah kepada Allah, terutama pada bulan Ramadhan.
Selain besarnya pahala ibadah yang kelak akan didapatkan saat Ramadhan, ada pula satu hal yang menjadi kabar gembira untuk umat muslim.
Buya Yahya menegaskan bahwa ramadhan merupakan bulan mulia.
Setan dibelenggu baik itu secara sesungguhnya maupun Allah SWT memberikan segala kemudahan sampai setan menggoda.
"Yang jelas Ramadhan itu bulan mulia, itu intinya karena dibelenggu setan itu untuk menyanjung bulan ramadhan," beber Buya Yahya.
Dia juga menyarankan jangan mengurus perihal setannya saja, tetapi bulan Ramadhannya.
Simak video selengkapnya di sini
(Bangkapos.com/Widodo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220331_buya-yahya-jelaskan-apakah-setan-benar-benar-dibelenggu-saat-bulan-puasa-ramadhan.jpg)