Kamis, 30 April 2026

Ramadhan

Hari Ini Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadhan 2022, Ini Prediksi BMKG dan BRIN

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib mengatakan ada potensi  perbedaan penetapan 1 Ramadhan.

Tayang:
Editor: M Zulkodri
Warta Kota/Alex Suban
Kementerian Agama atau Kemenag akan menggelar Sidang Isbat pada 1 April 2022 untuk menentukan awal Ramadhan 1443 H. 

BANGKAPOS.COM - Kementerian Agama RI akan menggelar sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1443 H  pada sore ini, Jumat (1/4/2022). 

Keputusan pemerintah tentang awal puasa Ramadhan tentu dinanti-nanti umat muslim di Indonesia.

Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan 1443 H bertepatan dengan hari Sabtu, 2 April 2022.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib mengatakan masyarakat harus bersabar menunggu hasil sidang isbat.

Adib mengakui ada potensi  perbedaan penetapan 1 Ramadhan.

Sebelumnya, pernah juga terjadi perbedaan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.

Hal itu, kata Adib bisa terjadi karena adanya perbedaan metode penetapan.

Ada yang menggunakan metode hisab wujudul hilal, ada juga yang menggunakan imkanur rukyat.

“Jika pun ada beda awal Ramadhan, sudah semestinya kita mengedepankan sikap saling menghormati agar tidak mengurangi kekhusyuan dalam menjalani ibadah puasa,” kata Adib.

Dalam sidang isbat dibahas hasil rukyatul hilal untuk menentukan awal puasa Ramadhan.

Rukyatul hilal selalu dilaksanakan pada tanggal 29 Hijriyah di akhir bulan dalam kalender Islam.

Begitu juga untuk menentukan awal Ramadhan dilaksanakan pada akhir bulan Syaban.

Dalam sistem penanggalan Islam, apabila saat dilaksanakannya rukyah, hilal terlihat, maka keesokan harinya masuk tanggal satu (1) bulan baru Hijriyah.

Namun, jika hilal tidak berhasil dilihat, entah karena tertutup mendung ataupun faktor lainnya, maka dilakukanlah istikmal atau penggenapan hari dalam bulan tersebut menjadi tiga puluh (30) hari.

Prediksi BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa kecil kemungkinan dapat melihat hilal pada 1 April 2022.

Prediksi ini setelah BMKG melakukan pengamatan astronomi dan melihat catatan hilal yang teramati oleh BMKG sejak tahun 2008.

"Hasil Rukyat Hilal awal bulan Ramadan 1443 H pada 1 April 2022 hilal berpotensi kecil untuk terlihat (teramati)," kata Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Rahmat Triyono, Senin (21/3/2022) dikutip dari Kompas.com.

Rahmat menjelaskan, ada beberapa kondisi yang menyebabkan hilal berpotensi kecil terlihat pada 1 April 2022.

Pertama, tinggi hilal saat matahari terbenam berkisar antara terendah sebesar 1,11 derajat di Jayapura (Papua) sampai dengan tertinggi sebesar 2,19 derajat di Tua Pejat, Mentawai (Sumatera Barat).

Hal ini dinilai masih sangat rendah (tinggi hilal terendah yang pernah terlihat hilal oleh Tim BMKG sebesar 6,47 derajat).

Kedua, elongasi saat Matahari terbenam terkecil terjadi sebesar 2,87 derajat di Merauke (Papua) sampai dengan terbesar 3,46 derajat di Sabang (Aceh), di mana angka ini juga dinilai masih sangat rendah.

Ketiga, umur Bulan saat Matahari terbenam berkisar dari yang termuda sebesar 2,31 jam di Merauke (Papua) sampai dengan yang tertua sebesar 5,39 jam di Sabang (Aceh). Rahmat menyampaikan, umur tersebut masih terbilang sangat muda.

"Umur Bulan termuda yang pernah terlihat hilal oleh Tim BMKG sebesar 13,76 jam," ujar Rahmat.

Keempat, Lag atau selisih terbenamnya Matahari dan terbenamnya Bulan berkisar antara 6,44 menit di Jayapura (Papua) sampai dengan 11,33 menit di Tua Pejat, Mentawai (Sumatera Barat) dan disebut masih sangat singkat.

"Lag tersingkat yang pernah terlihat hilal oleh Tim BMKG sebesar 30 menit 19 detik," imbuhnya.

Kelima, kecerlangan Bulan (FIB) saat Matahari terbenam berkisar antara 0,06 persen di Merauke (Papua) sampai dengan 0,092 persen di Sabang (Aceh). Persentase kecerlangan tersebut juga dinilai masih sangat redup, mengingat kecerlangan Bulan ter-redup yang pernah terlihat hilal oleh Tim BMKG sebesar 0,41 persen.

"Juga berdasarkan hasil analisis BMKG yang pernah dilakukan, kriteria hilal terlihat adalah tinggi hilal sebesar 5,23 derajat dan elongasi sebesar 5,73 derajat," kata Rahmat.

Di sisi lain, pihak BMKG menyampaikan, masyarakat dapat ikut melihat hilal penentu awal bulan Ramadhan 1443 H pada Jumat (1/4/2022) sore hingga petang hari. Masyarakat dapat menyaksikannya secara online atau live streaming dengan mengakses laman BMKG atau www.bmkg.go.id/hilal dari rumah masing-masing.

"Untuk mengawali bulan Ramadan 1443 H umat Islam Indonesia sebaiknya menunggu keputusan Menteri Agama Republik Indonesia yang akan diumumkan pada tanggal 1 April 2022 malam, setelah sidang isbat," tulis rilis BMKG.

Prediksi BRIN sama dengan BMKG

Pengamatan juga dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), organisasi riset Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Dikutip dari situs resmi Lapan, BRIN memperkirakan 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada Minggu 3 April 2022.

Dalam keterangannya, profesor riset BRIN, Thomas Djamaluddin mengatakan ketinggian hilal pada 1 April 2022 hanya sedikit di atas 2 derajat, sehingga kemungkinan hilal tidak terlihat pada hari Jumat itu.

Thomas menjelaskan wilayah Indonesia pada umumnya menetapkan tinggi hilal kurang dari 2 derajat.

"Jika hilal tidak terlihat pada 1 April, maka jumlah hari pada bulan Sya'ban tahun ini akan digenapkan menjadi 30 hari," kata Thomas.

Terkait penentuan awal Ramadhan, Thomas mengatakan sejak 2022 Kementerian Agama RI menggunakan kriteria MABIMS atau Menteri-menteri Agama Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Dalam kriteria baru MABIMS, yaitu tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Dengan kriteria baru tersebut, kata Thomas, posisi bulan di wilayah negara-negara yang tergabung MABIMS belum memenuhi kriteria.

Sama seperti BMKG, Thomas juga mengharapkan masyarakat menunggu hasil sidang isbat yang akan dilakukan pemerintah pada 1 April 2022. (*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved