Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Herman Suhadi Pastikan Keterlibatan Masyarakat dalam Pembangunan Babel  

Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah cukup maksimal.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
istimewa
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Herman Suhadi menghadiri Focus group discussion (FGD) Verifikasi tahap III Penghargaan pembangunan daerah (PPD) Provinsi kepulauan Bangka belitung, di ruang sidang Pemkab Belitung, Kamis (31/03/2022). (Foto Ist/humas dprd). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Herman Suhadi menilai keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah cukup maksimal.


Hal ini diungkapkannya saat menghadiri Acara Focus Group Discussion (FGD) Verifikasi Tahap III Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Provinsi kepulauan Bangka belitung, di Ruang Sidang Pemkab Belitung, Kamis (31/3/2022) kemarin. 


"DPRD Sebagai lembaga yang menerima aspirasi masyarakat, baik melalui Proposal, Reses untuk menjaring aspirasi masyarakat, kemudian dimasukkan kedalam SIPD, dan mengadakan pertemuan dengan OPD yang ada di Provinsi bangka belitung. Dalam hal ini Bappeda sebagai dapur yang mengelola itu," ujarnya dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Jumat (1/4/2022).


Sebagai informasi, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan satu di antara 10 provinsi yang masuk dalam penilaian Tahap III PPD Tahun 2022. Penilaian tahap III yang dilakukan verifikasi oleh Tim Penilai Pusat. 


PPD 2022 merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada provinsi dan kabupaten/kota atas prestasi di bidang perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah. 


Herman mencontohkan, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan terlihat ketika melakukan reses, di mana masyarakat menyampaikan aspirasi terkait di bidang pendidikan. Pasalnya, hingga saat ini jumlah ruang belajar atau sekolah tingkat SMA Negeri di Bangka Belitung masih minim. 


"Setiap PPDB banyak sekali para orangtua ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah Negeri. namun alokasi untuk masuk ke sekolah tersebut tidak terpenuhi. Masyarakat terlibat langsung mengusulkan itu bahkan ada masyarakat yang menghibahkan lahannya untuk membangun sekolah itu," katanya. (Bangkapos.com/Rilis/Cici Nasya Nita)

 


 

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved