Breaking News:

Berita Kriminalitas

Ketua PWI Babel Harap Penyidik Profesional Selidiki Soal Dugaan Perampasan Mobil oleh Debt Collector

Bahkan, Boy menegaskan dirinya bersama rekan rekan wartawan lainnya, terus mengawal jalannya proses penyelidikan laporan tersebut.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Novita
ISTIMEWA
Pertemuan antara perwakilan debt collector dan sejumlah media di ruang Satreskrim Polres Pangkalpinang, Minggu (3/4/2022) malam. -- 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua PWI Provinsi Bangka Belitung, M Fakhturahman, meminta penyidik Satreskrim Polres Pangkalpinang, profesional dalam menangani kasus dugaan perampasan mobil yang sempat dilaporkan Dedy Kurniawansyah ke SPKT Polres Pangkalpinang, Sabtu (2/4/2022) malam lalu.

Hal ini disampakan Boy, sapaan akrab M Fakhturahman, di sela pertemuan dengan perwakilan debt collector di ruang Satreskrim Polres Pangkalpinang, Minggu (3/4/2022) malam.

Bahkan, Boy menegaskan dirinya bersama rekan rekan wartawan lainnya, terus mengawal jalannya proses penyelidikan laporan tersebut.

"Kami berharap dalam penyelidikan kasus ini, penyidik Satreskrim berlaku adil dan profesional. Kalau perlu kita kawal bersama sama proses penyelidikan kasus yang dilaporkan rekan kita, Dedy. Tapi saya yakin dan percaya kawan kawan penyidik bekerja profesional," ujar Boy.

Sebelumnya, puluhan awak media dari sejumlah media cetak, online dan elektronik menyambangi Polres Pangkalpinang.

Mereka datang guna memberikan dukungan moril terhadap Dedy Kurniawansyah, yang juga berprofesi sebagai wartawan.

Apalagi, sebelumnya ada tersiar kabar adanya ucapan dari pihak debt collector yang dianggap menyinggung profesi wartawan.

"Saya dan kawan kawan dapat kabar kalau sempat ada perkataan dari oknum debt collector yang menyinggung profesi kami sebagai wartawan," kata Boy.

Sementara, Dedy Kurniawansyah yang akrab disapa Edoy, selain keberatan dengan SOP penarikan oleh oknum debt collector karena tanpa sepengetahuan dirinya, juga keberatan dengan ucapan yang dianggap menyinggung profesi dirinya sebagai wartawan.

Edoy juga berencana melaporkan aksi perusakan GPS yang sengaja dicabut oknum debt collector, sebelum mobil dibawa melalui Pelabuhan Tanjungkalian Muntok.

"Saya keberatan karena waktu diperiksa tadi, sempat mendengar ada yang bilang kalau saya ini wartawan gila. Maksud dan tujuan mereka merusak dan mencabut GPS itu juga akan saya laporkan," beber Edoy.

Sementara beberapa oknum debt collector berupaya meluruskan kabar yang sempat menyinggung profesi wartawan tersebut.

Mereka dan penyidikan Satreskrim, kemudian dipertemukan dan menghadirikan para saksi yang merental mobil kepada Edoy.

"Jadi dalam hal ini, tidak ada sedikit dari kami ( debt collector) yang bermaksud menyinggung profesi kawan kawan, dan ucapan itu bukan dari kami, melainkan dari saksi yang merental mobil ini," kata satu dari sejumlah debt collector yang hadir.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved