Breaking News:

Inilah Asal Muasal dan Cara Kerja Bitcoin, Uang Digital yang Diharamkan MUI

Bitcoin dikenal sebagai jenis cryptocurrency karena menggunakan kriptografi untuk menjaganya tetap aman. Meski begitu uang digital ini diharamkan MUI

Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Iwan Satriawan
freeformers.com
Ilustrasi 

Hal ini memungkinkan pelacakan riwayat bitcoin, sehingga mencegah seseorang membelanjakan koin yang tidak mereka miliki, membuat salinan (copy) bitcoin, atau membatalkan transaksi.

Adapun tiga cara utama yang bisa dilakukan seseorang untuk mendapatkan bitcoin adalah sebagai berikut:

Membeli bitcoin menggunakan uang 'nyata'

Menjual barang dan menerima pembayaran dengan Bitcoin

Menambang bitcoin dengan menggunakan komputer

Tingkat penggunaan bitcoin di Indonesia

Dikutip dari Triple A, Indonesia berada di peringkat 30 besar, di bawah Malaysia dan Vietnam untuk jumlah warga yang memiliki mata uang kripto. 

Di Indonesia diperkirakan ada 7,2 juta orang yang memiliki cryptocurrency. 

Sedangkan menurut data dari Asosiasi Blockchain Indonesia, per Juli 2021 mencatat pemilik kripto di Indonesia mencapai 7,4 juta orang dan angka ini meningkat sebanyak 85 persen dibandingkan pada 2020 yang hanya berjumlah 4 juta orang.

Meski begitu perlu diketahui bahwa Majelis Ulama Indonesia ( MUI) sudah secara resmi mengharamkan penggunaan cryptocurrency.

Haram di sini artinya mata uang ini dilarang digunakan, baik sebagai alat tukar maupun alat investasi (uang kripto haram).

Dikutip dari laman resmi MUI, mata uang kripto dinilai mengandung gharar, dharar, dan bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17 tahun 2015.

Gharar sendiri bermakna ketidakpastian dalam transaksi yang diakibatkan dari tidak terpenuhinya ketentuan syariah dalam transaksi tersebut, sehingga bisa berakibat pada kerugian.

Sementara dharar adalah transaksi yang dapat menimbulkan kerusakan, kerugian, ataupun ada unsur penganiayaan, sehingga bisa mengakibatkan terjadinya pemindahan hak kepemilikan secara batil.

(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved