Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pansus 2 Raperda Usulan Eksekutif Sudah Terbentuk, DPRD Babel Targetkan Rampung Paling Lama 6 Bulan

"Kita targetkan 3-6 bulan. Kalau tidak rumit, bisa saja 2 bulan selesai, tergantung pembahasan," imbuhnya.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Ilustrasi sidang paripurna DPRD Provinsi Bangka Belitung. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Panitia khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bangka Belitung untuk penyusunan dua rancangan peraturan daerah (Raperda) sudah terbentuk.

Adapun dua Raperda itu adalah Raperda tentang Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik dan Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dari Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Bangka Belitung, Mansah, mengatakan, dua raperda ini usulan dari eksekutif yang penting untuk disusun.

"Sebenarnya itu amanat, tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, amanat Perpres No 95 Tahun 2018, kesiapan kita untuk melaksanakan itu baru sekarang. Itu sangat penting untuk mendukung efesiensi, semua berbasis elektronik, manual tidak seluruhnya lagi digunakan nantinya. Selain efesiensi, kita juga meminimalisir terjadi kerugian negara seperti korupsi, artinya semua harus masuk sistem, untuk penyalahgunaan bisa diminimalisir," jelas Mansah, Selasa (5/4/2022).

Sementara Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dari Pemerintah Provinsi Bangka Belitung juga merupakan amanat Permendagri No 77 Tahun 2020.

"Jadi dalam teknis penggunaan keuangan daerah, sebenarnya kita sudah melakukan. Tetapi dalam perda yang diamanatkan ini, di situ ada hak-hak daerah seperti pemungutan pajak dan retribusi, kewajiban daerah membayar tagihan pinjaman dan tagihan pihak ketiga, serta penerimaan daerah. Kita harus ada peraturannya sehingga secara teknis lebih terjaga dari pemasukan dan pengeluaran," bebernya.

Usai pansus dua raperda ini diumumkan pada rapat paripurna kemarin, maka para ketua dan anggota pansus akan segera membahas raperda.

"Kita akan melakukan kegiatan bulan ini pada minggu ketiga. Kita mulai melakukan pembahasan. Tahap pertama, kami akan diberikan draf perda, naskah akademik, kita menginventarisir permasalahan yang ada di perda tersebut, kita melakukan pembahasan di luar daerah dan dalam daerah," kata Mansah.

Dalam penyusunan raperda ini, panitia pansus menargetkan 6 bulan paling lama.

"Untuk target penyelesaian, tergantung kerumitan raperda masing-masing. Kami hari ini di BK sedang menyiapkan tatib untuk membuat limit waktu dalam menyusun perda. Misalnya, tidak lebih dari 6 bulan untuk mengefesiensikan anggaran. Kita targetkan 3-6 bulan. Kalau tidak rumit, bisa saja 2 bulan selesai, tergantung pembahasan," imbuhnya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved