Breaking News:

Wajah Murung Zelensky saat Datangi Kota Bucha, Perbuataan Tentara Rusia Disebut Genosida

Zelensky bersumpah mengatakan bahwa "kejahatan perang" yang dilakukan  tentara Rusia di tanah negaranya adalah "kejahatan terakhir di Bumi".

RONALDO SCHEMIDT / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (tengah) berbicara kepada pers di kota Bucha, barat laut ibukota Ukraina, 

BANGKAPOS.COM -- Wajah murung Presiden Volodymyr Zelensky terlihat saat mendatangi Kota Bucha. 

Hal itu terlihat dari dahi Zelensky yang tampak berkerut saat mendatangi Bucha, kota dimana mayat-mayat bergelimpangan di aspal.

Orang nomor satu di Ukraina itu mengenakan pelindung tubuh dan diapit oleh para militer.

Ia bersumpah mengatakan bahwa "kejahatan perang" yang dilakukan  tentara Rusia di tanah negaranya adalah "kejahatan terakhir di Bumi".

Presiden Ukraina itu sepertinya sudah tak bisa menyembunyikan kemurkaannya terhdapa Rusia.

Baca juga: Dahsyatnya Doa Pendek ini, Dapat Mendatangkan Harta Sebumi Ilmu Selangit, DIamalkan Yuk

Baca juga: INILAH Jadwal Lengkap Pencairan THR dan Gaji ke-13 PNS, TNI hingga Polri Sesuai Golongan

Baca juga: Istri Selalu Wangi Tiap Pulang, Pria Ini Nekat Membuntutinya, Syok Saat Tahu yang Terjadi

Baca juga: Pasangan ini Dulu Viral Mahar Sandal Jepit, Kini Sudah Cerai, Saling Adu Mesra dengan yang Baru

Baca juga: INILAH Penampakan Rumah dan Mobil Mandra Si Doel Anak Sekolahan, Dikira Susah Ternyata Sultan Betawi

Ia berada di depan pemandangan kehancuran kota Bucha, beberapa lusin mayat tergeletak tak jauh dari tempatnya berdiri.

Tampak kesulitan berbicara, ia berusaha tegar melihat kejahatan Rusia yang dilakukan di kota itu.

Zelensky mengutuk perbuatan Rusia, ia menyebutnya sebagai tindakan genosida.

Di jalan-jalan Bucha, barat laut Kyiv, mayat warga sipil ditemukan berserakan, banyak dengan tangan terikat, luka tembak jarak dekat dan tanda-tanda penyiksaan.

Presiden Volodymyr Zelensky (kedua dari kiri) berjalan di kota Bucha, tepat di barat laut ibu kota Ukraina, Kyiv, pada 4 April 2022.
Presiden Volodymyr Zelensky (kedua dari kiri) berjalan di kota Bucha, tepat di barat laut ibu kota
Ukraina, Kyiv, pada 4 April 2022. (RONALDO SCHEMIDT / AFP)

Ukraina dan pemimpin Barat menuduh Rusia telah melakukan pembantaian warga sipil dan membuang mayat mereka di kuburan massal, dengan satu lubang di Bucha berisi sedikitnya 57 orang. 

Zelensky hari ini mengatakan semakin sulit bagi Ukraina untuk bernegosiasi dengan Rusia.

'Ini adalah kejahatan perang dan akan diakui oleh dunia sebagai genosida,' kata Zelensky.

'Kami tahu ribuan orang terbunuh dan disiksa, dengan anggota badan yang terputus, perempuan yang diperkosa dan anak-anak yang dibunuh,' katanya,

Baca juga: Gigit Bibir Pelaku, Gadis Muda di Kabupaten Bangka Ini Selamat dari Rudapaksa saat Sedang Mandi

Baca juga: Luna Maya Ucapkan Terima Kasih Didoakan yang Baik Terkait Fotonya Bersama Ariel Noah yang Viral

Baca juga: Tak Bakal Bikin Gemuk, Inilah Menu Sahur dan Buka Puasa Ramadan yang Sehat ala dr Zaidul Akbar

Baca juga: Sosok Nabila Izatul, Perempuan Bersuara Merdu Khas Pria, Pas Nyanyi Tak Kalah Bagus dengan Tulus

Seraya menambahkan bahwa di Bucha dan kota-kota lain di wilayah Kyiv 'orang-orang mati ditemukan di tong-tong, ruang bawah tanah, dicekik, disiksa.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berdiri di kota Bucha
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berdiri di kota Bucha (RONALDO SCHEMIDT / AFP)
Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved