Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Berkah Ramadan, Yuk Acit Raup Keuntungan Rp 2 Juta Per Hari dari Jualan Kolak

Bisnis aneka menu buka puasa seperti kolak, gorengan, bubur sum sum, dan lainnya menjadi ladang rezeki bagi para pelaku usaha kuliner selama Ramadan.

Penulis: Sela Agustika | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Sela Agustika
Yuk Acit (55) satu diantara pedagang kolak di Jalan Masjid Jamik, Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Bisnis aneka menu buka puasa seperti kolak, gorengan, bubur sum sum, dan lainnya menjadi ladang rezeki bagi para pelaku usaha kuliner selama Ramadan.

Yuk Acit (55) satu diantara pedagang yang sudah belasan tahun dagang kolak selama Ramadan mengaku bersyukur. Pasalnya momen Ramadan ini menjadi ladang rezeki tahunan.

Ia berjualan di di Jalan Masjid Jamik, Kota Pangkalpinang dengan dibantu anaknya.

Tangan dengan lincahnya melayani satu persatu pembeli.

"Alhamdulillah saya jualan kolak setiap tahun, sejak anak saya masih TK dan sampai sekarang anak saya sudah umur 20 lebih tahun, dan untuk yang sudah biasa beli mereka tahu dengan kita," ungkap Yuk Acit kepada Bangkapos.com, Rabu (6/4/2022).

Baca juga: Wanti-Wanti Pedagang Nakal, Dinkes Bangka Tengah akan Gandeng BPOM Periksa Sampel Takjil Ramadhan

Baca juga: Anggota Dewan Bangka Belitung Dukung Pembangunan TPA Regional, Tetapi Minta Dikaji Sebelum Dibangun

Berbagai aneka kolak mulai dari kolak bijur, labu, singkong thailan, dawet, delima, caca, kentan, kacang ijo, kolang kaling, dan pisang dijualnya satu porsi dengan harga Rp10,000. 

Ia menyebutkan selama bulan ramadan dalam satu hari dirinya pun meraup omzet kurang lebih Rp 2 juta.

"Untuk jualan per harinya alhamdulillah habis, meski kadang ada sisa tetapi dagangan kita lancar karena memang sudah ada langanan juga, bahkan sebelumnya kita jualan ini perporsi pernah Rp2.500 ribu," ungkapnya.

Baca juga: Overload, Ratusan Ton Sampah Masuk ke TPA Parit Enam Pangkalpinang Setiap Hari

Menurutnya, dari berbagai aneka kolak yang dijual, kolak Singkong Thailan, kolang-kaling, dan kolak pisang jadi pilihan yang banyak diminati pembeli.

Selain berjualan selama ramadan, dirinya yang merupakan warga asli Pangkalpinang ini memang kesehariannya berjualan makanan atau menerima catring.

"Kalo gak bulan puasa kita menerima catring makanan atau kolak juga, bahkan untuk Ubi Thailand sendiri ini juga sudah masuk ke hotel-hotel atau keluar daerah," ucapnya.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved