Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ini Tips Sehat Konsumsi Mie Instan untuk Santap Sahur dan Berbuka Selama Ramadan

Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak orang yang menggemari mie instan sebagai sajian baik berbuka maupun bersantap sahur.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Didoi
Ramadan Sehat, Ini Cara Konsumsi Mie Instan yang Cocok untuk Santap Sahur dan Berbuka 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak orang yang menggemari  mie instan sebagai sajian baik berbuka maupun bersantap sahur.

Tentu saja, dengan alasan praktis dan siap saji, mie instan menjelma jadi primadona.

Walaupun, tidak sedikit pula ada anggapan bahwa  mie instan bukan makanan yang padat gizi untuk dikonsumsi kala puasa.

Pasalnya, berpuasa seharian membuat tubuh dehidrasi dan membutuhkan asupan gizi yang mudah cerna.

Masih banyak yang masih bertanya-tanya bagaimana dampak konsumsi mi instan terhadap kesehatan. 

Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang serta Konsultan Gizi Aplikasi Gizi Nusantara Karina Dwi Handini menyebut, mi instan merupakan makanan sumber karbohidrat yang mengandung kalori dan natrium yang tinggi. 

Sedangkan makanan yang sehat haruslah mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. 

"Sehingga konsumsi mi instan saja tanpa tambahan sumber zat gizi yang lain menjadi sangat tidak sehat. Kandungan kalori mi instan yang tinggi berasal dari bahan dasar mi instan yang terbuat dari tepung yang merupakan sumber karbohidrat sederhana sehingga cepat menaikkan gula darah," kata Karina kepada Bangkapos.com, Rabu (6/4/2022).

Menurutnya, konsumsi makanan sumber karbohidrat sederhana dalam jumlah banyak dan sering akan mengganggu sistem metabolisme dan meningkatkan risiko penyakit gula atau diabetes melitus. 

"Kandungan natrium yang tinggi berasal dari bumbu yang menyertai sajian mi instan. Kadar natrium yang tinggi dapat memicu tekanan darah tinggi, selain itu, natrium tinggi juga memberikan beban yang berat bagi organ ginjal," jelasnya.

Dia mengatakan, rata-rata kandungan natrium mi instan sebanyak 1000 mg, setengah dari total kebutuhan natrium per hari. 

"Sedangkan makanan kita sehari-hari juga mengandung natrium, sehingga tanpa kita sadari bisa saja konsumsi natrium kita dalam sehari sudah berlebih," sebutnya

Menurutnya, konsumsi natrium berlebih dapat meningkatan risiko penyakit tekanan darah tinggi, ginjal dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Lalu bagaimana caranya agar mi instan bisa dikonsumsi dengan sehat? Berikut ini tips untuk Anda:

1. Jangan konsumsi mi instan dengan nasi atau sumber karbohidrat lainnya. Ingat mi instan adalah sumber karbohidrat.

2. Tambahkan sajian mi instan dengan telur, ayam, jamur, sayur-sayuran serta bahan-bahan makanan alami lainnya sehingga dapat memenuhi zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. 

3. Buang atau gunakan sebagian saja bumbu pelengkapnya. Ganti dengan garam dapur, kecap dan minyak yang biasa digunakan di rumah. Lebih nikmat lagi jika bisa ditambahkan dengan bumbu-bumbu alami dan rempah-rempah asli Indonesia agar dapat lebih meningkatkan cita rasa. 

( Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved